Pusakademia Bedah Pro-Kontra Wacana Pilkada Tak Langsung Bersama Polda Jambi
- account_circle Admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Foto: Direktur Pusakademia Dr. Mochammad Farisi saat menyampaikan sambutan. (Dok/BicaraA1)
Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jambi berkolaborasi dengan Organisasi Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (Pusakademia) menggelar forum diskusi bertajuk Focus Group Discussion (FGD), Selasa (10/2/2026). Diskusi ini mengangkat tema mengenai penataan ulang Pilkada dan kedaulatan rakyat.
Kegiatan yang bertajuk “Refleksi Kritis atas Wacana Pilkada Langsung dan Tidak Langsung dalam Perspektif Konstitusi dan Demokrasi” ini bertujuan membedah pro dan kontra mekanisme pemilihan kepala daerah di masa depan.
fgd-pilkada-polda-jambi-pusakademia
Direktur Pusakademia, Dr. Mochammad Farisi, menjelaskan bahwa FGD ini menjadi wadah untuk melihat berbagai sudut pandang mengenai usulan pemilihan kepala daerah secara tidak langsung.
“Kami menghadirkan perwakilan partai politik, baik yang pro maupun kontra, untuk berdiskusi. Selain itu, materi dari sisi akademis disampaikan oleh Dr. Firmansyah Putra dari Universitas Jambi (UNJA),” ujar Farisi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ditintelkam Polda Jambi yang telah mendukung penuh terselenggaranya diskusi akademik ini. Selain tokoh politik, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari perwakilan mahasiswa guna mempererat silaturahmi lintas lembaga pendidikan.
Fokus Polri: Jaga Kamtibmas Jambi
Di sisi lain, Wadir Intelkam Polda Jambi, AKBP Bagus, menekankan bahwa keterlibatan kepolisian dalam diskusi ini merupakan bagian dari upaya rutin untuk menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
AKBP Bagus mengingatkan agar isu-isu politik, termasuk wacana mekanisme Pilkada, disikapi secara bijak oleh semua pihak. Hal ini sangat penting guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Fokus utama Polri adalah memastikan situasi Kamtibmas di Provinsi Jambi tetap terjaga dan kondusif, terlepas dari isu yang sedang berkembang. Kami berharap diskusi akademik ini mampu menghasilkan pemikiran yang menjadi pembelajaran positif bagi masyarakat luas,” tegas Bagus.
Membangun Demokrasi yang Sehat
Melalui diskusi ini, diharapkan muncul rekomendasi strategis mengenai masa depan demokrasi lokal di Jambi. Komitmen bersama antara kepolisian, akademisi, dan praktisi politik diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi yang sehat tanpa mengorbankan stabilitas keamanan daerah. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar