Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Siap-siap! 144 Juta Orang Diprediksi Mudik Tahun Ini

Siap-siap! 144 Juta Orang Diprediksi Mudik Tahun Ini

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • print Cetak

Pemerintah Republik Indonesia mulai bergerak cepat dalam menyusun cetak biru pengamanan arus Mudik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 H).

Fokus utama dalam persiapan tahun ini mencakup integrasi lintas sektor guna menjamin perjalanan masyarakat yang tidak hanya lancar secara mobilitas, tetapi juga aman dari sisi kesehatan, pangan, hingga mitigasi bencana alam.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Jakarta.

Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk menyepakati kebijakan strategis, mulai dari pengaturan jadwal libur sekolah, antisipasi titik rawan banjir dan longsor, hingga skema fleksibilitas kerja bagi aparatur negara.

Survei Kemenhub: 144 Juta Orang Diprediksi Mudik

Berdasarkan data riset Kementerian Perhubungan, arus pergerakan masyarakat pada Idulfitri 1447 H diprediksi mencapai 144 juta orang.

Meski angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146 juta orang, pemerintah tetap waspada terhadap potensi penumpukan di titik-titik krusial.

“Penting bagi pemerintah untuk menjamin layanan yang terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir secara holistik, dalam perspektif pembangunan manusia dan kebudayaan,” tegas Pratikno.

Dia menambahkan bahwa persiapan tahun ini juga menyentuh aspek kesiapan rumah ibadah serta upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar agar masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan tenang.

Kebijakan Fleksibilitas Kerja (FWA) bagi ASN

Salah satu poin menarik dalam persiapan Mudik Lebaran 2026 adalah diterbitkannya regulasi khusus mengenai penyesuaian tugas kedinasan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto mengungkapkan bahwa pihaknya telah merilis Surat Edaran (SE) No. 2/2026.

Regulasi ini memungkinkan penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) atau kerja fleksibel bagi ASN pada periode krusial, yakni sebelum Hari Raya Nyepi dan sesudah Idulfitri 1447 H. Langkah ini diambil sebagai strategi “pemecah ombak” untuk mengurangi beban kemacetan di jalan tol maupun moda transportasi publik pada puncak arus balik.

“Kementerian PANRB memandang bahwa pengaturan libur nasional dan cuti bersama perlu dikelola secara cermat. Pemerintah memastikan fleksibilitas kerja ini tidak akan menurunkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” jelas Purwadi Arianto.

Kesiapan Infrastruktur dan Mitigasi Bencana

Di sisi teknis, pemerintah memberikan perhatian khusus pada perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di sepanjang jalur lintas utama.

Mengingat cuaca yang sulit diprediksi, kementerian terkait diminta memetakan zona rawan longsor dan banjir guna menempatkan alat berat serta posko terpadu di titik-titik risiko tinggi.

Pratikno memberikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, hingga BUMN yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung layanan Idulfitri tahun ini.

Ia meminta seluruh pihak terus mengedepankan inklusivitas layanan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas di seluruh moda transportasi.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kesiapan semua pihak untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kolaborasi ini adalah kunci agar perayaan hari besar keagamaan tetap berjalan hikmat dan produktif,” tutup Menko PMK. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less