Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » PUSAKADEMIA Gelar FGD Seri II: Soroti Teror Aktivis dan Matinya Demokrasi di Indonesia

PUSAKADEMIA Gelar FGD Seri II: Soroti Teror Aktivis dan Matinya Demokrasi di Indonesia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (PUSAKADEMIA) kembali menggelar diskusi kritis melalui Focus Group Discussion (FGD) rutin seri ke-2 tahun 2026. Kali ini, tema yang diangkat cukup menyengat: “Teror terhadap Aktivis: Ancaman terhadap Kebebasan Berekspresi dan Matinya Demokrasi di Indonesia”.

Acara yang berlangsung di Hotel Shang Ratu, Kota Jambi, Selasa (17/3) ini menjadi ruang bedah terhadap fenomena kekerasan sistemik yang menimpa para pejuang aspirasi di tanah air.

Direktur PUSAKADEMIA, Dr. Mochammad Farisi, menegaskan bahwa teror terhadap aktivis—termasuk kekerasan fisik seperti penyiraman air keras—bukanlah kasus kriminal biasa.

“Ini adalah sinyal serius adanya ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan kualitas demokrasi kita. FGD ini bertujuan membedah persoalan secara akademik dan mendorong lahirnya kesadaran kolektif,” ujar Mochammad Farisi dalam sambutannya.

Diskusi Lintas Perspektif

FGD ini menghadirkan panel diskusi yang cukup berbobot dari berbagai latar belakang, di antaranya:
• ​Dr. Arfa’i: Dosen HTN sekaligus alumni PMII.
• ​Rio Yusri Maulana, Ph.d Dosen Fisipol yang juga mantan Ketua BEM FISIP UNPAD 2013.
• ​Bahren Nurdin, M.A: Pengamat Sospol sekaligus Sekjen Forum Penulis Jambi (Pelanta).
• ​Dr. Mochammad Farisi: Direktur Pusakademia.

Para pemantik diskusi membedah secara dinamis relasi antara kekerasan terhadap aktivis dengan menyempitnya ruang sipil (shrinking civic space) di Indonesia.

Diserbu Mahasiswa dan Aktivis Muda

Antusiasme terlihat dari kehadiran sekitar 50 peserta yang didominasi elemen mahasiswa dan masyarakat sipil. Mulai dari perwakilan HIMIP, HIMAPOL, AKSI, hingga berbagai UKM dan komunitas seperti GEN-BI UNJA dan UKM Debat Gentala UNJA.

Diskusi berlangsung hangat, bahkan sempat muncul debat konstruktif antarpeserta yang memperkaya substansi dialog. Partisipasi aktif ini menunjukkan bahwa isu kebebasan berekspresi masih menjadi perhatian utama generasi muda Jambi.

Acara yang berlangsung intens hingga menjelang petang ini ditutup dengan momen hangat buka puasa bersama antara peserta, narasumber, dan panitia di lokasi acara.

Melalui diskusi ini, PUSAKADEMIA berharap dapat terus menjadi wadah strategis dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi demi masa depan Indonesia yang lebih adil dan bermartabat. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less