Dukung Program Asta Cita Presiden, Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Jajaran Forkopimda Provinsi Jambi menandatangani deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba sebagai komitmen memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. (Foto: Istimewa)
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi kembali menunjukkan komitmen bajanya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait pemberantasan peredaran gelap narkotika. Langkah nyata ini dibuktikan dengan pemusnahan barang bukti narkoba skala besar hasil pengungkapan kasus jaringan lintas provinsi pada Kamis (21/5).
Pemusnahan yang berlangsung di halaman Mapolda Jambi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, bersama Gubernur Jambi, Al Haris.
Agenda krusial ini turut disaksikan oleh unsur Forkopimda, Kajati Jambi, jajaran TNI, BNN Provinsi Jambi, tokoh agama, akademisi, insan pers, hingga perwakilan mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Tak hanya pemusnahan, momen ini juga diisi dengan deklarasi sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama bertajuk Gerakan Jambi Anti Narkoba.
Detail Narkoba yang Dimusnahkan
Barang bukti yang dilenyapkan dalam kegiatan ini berasal dari tiga Laporan Polisi (LP) dengan total enam orang tersangka yang berhasil diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Jambi. Jumlah barang haram yang disita meliputi:
• Sabu: 20.378,169 gram (sekitar 20 kilogram).
• Ekstasi: 20.237 butir (berat sekitar 9,1 kilogram).
• Etomidate: 1.970 cartridge (setara 4.332,5 mililiter).
Sebelum proses pemusnahan dimulai, tim Biddokkes Polda Jambi melakukan pengujian keaslian kandungan narkotika secara langsung. Pengambilan sampel uji dipilih secara acak oleh Gubernur Jambi, perwakilan LSM, dan awak media untuk menjamin transparansi.
Sebelumnya, seluruh barang bukti ini juga telah dinyatakan valid dan asli oleh Tim Labfor Polri Polda Sumatera Selatan.
Guna menjaga keamanan sekitar, proses pelenyapan dilakukan menggunakan metode ramah lingkungan, yakni dibakar di dalam mesin insinerator tertutup khusus sehingga tidak menimbulkan polusi udara berbahaya bagi lingkungan sekitar.
“Di Balik Setiap Gram Sabu, Ada Potensi Kehancuran Generasi”
Dalam amanatnya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kegiatan formalitas belaka, melainkan simbol perlawanan tanpa henti terhadap sindikat barang haram.
“Di balik setiap gram sabu dan butir ekstasi yang dimusnahkan hari ini, terdapat potensi kerusakan yang sangat besar terhadap masa depan anak-anak bangsa, kehancuran keluarga, hingga hilangnya harapan generasi muda,” ujar Irjen Pol. Krisno.
Kapolda menambahkan bahwa peredaran narkoba saat ini merupakan bagian dari kejahatan terorganisir (organized crime) yang terstruktur lintas wilayah. Oleh sebab itu, Polda Jambi memposisikan diri sebagai leading sector untuk merajut kekompakan lintas sektoral guna mengikis habis ruang gerak para bandar.
Strategi Pencegahan Lewat “Desa Bersinar”
Gubernur Jambi, Al Haris, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi tertinggi atas kinerja sigap Ditresnarkoba Polda Jambi. Ia menekankan bahwa selain penegakan hukum pidana yang tegas, benteng pertahanan utama harus dimulai dari lini pencegahan terdepan.
Salah satu program preventif yang tengah diperkuat adalah pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di seluruh pelosok Provinsi Jambi.
Menutup rangkaian acara, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, mengajak partisipasi aktif dari seluruh warga Jambi.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut. Jika mengetahui atau mencium adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar, segera laporkan ke layanan Call Center 110. Identitas pelapor akan kami lindungi penuh,” kunci Kombes Pol. Erlan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar