Gandeng Densus 88 AT, Disdik Jambi Gelar Sosialisasi Tolak Paham Radikal di SMAN 7
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Perlindungan generasi muda dari paparan intoleransi dan paham radikal memerlukan langkah preventif yang masif di lingkungan institusi pendidikan. Menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta pemahaman hukum sejak dini menjadi benteng utama perlindungan bagi para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi terlarang yang merusak keutuhan bangsa.
Guna mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dari pengaruh radikal, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi berkolaborasi dengan Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar sosialisasi intensif mengenai penolakan paham radikal. Agenda edukasi kebangsaan ini dilaksanakan di lingkungan SMAN 7 Kota Jambi pada Rabu (29/7).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala SMAN 7 Kota Jambi, Noviardi, jajaran majelis guru, serta seluruh siswa-siswi sekolah setempat yang mengikuti jalannya sosialisasi dengan penuh antusias.
Dalam forum tersebut, materi pokok dipaparkan secara bergantian oleh Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (Kasi GTK) SMA Disdik Provinsi Jambi yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi, serta Helmi selaku perwakilan dari Densus 88 AT.
Bentengi Pelajar dari Bahaya Ideologi Terlarang
Saat membacakan arahan dan amanat tertulis dari Kadisdik Provinsi Jambi, Kasi GTK SMA Disdik Provinsi Jambi Domrah menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan pilar krusial yang harus dijaga dari penetrasi paham yang menyimpang dari ideologi negara. Pelajar tingkat menengah atas dinilai berada pada fase pencarian jati diri yang rentan disusupi doktrin radikalisme jika tidak dibekali literasi kebangsaan yang kuat.
“Kami mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi bersama Densus 88 AT ini. Lingkungan sekolah harus menjadi zona aman yang bersih dari benih-benih radikalisme. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa dan guru mampu mengenali, mengantisipasi, dan dengan tegas menolak keberadaan paham radikal di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah,” urainya.
Pihaknya menambahkan bahwa program pembinaan karakter ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis, toleran, dan berwawasan kebangsaan luas demi mendukung terciptanya kondusivitas wilayah.
Strategi Deteksi Dini di Lingkungan Sekolah
Sementara itu, perwakilan Densus 88 AT, Helmi, dalam paparan teknisnya membeberkan berbagai pola penyebaran paham radikal yang kerap menyasar kelompok remaja, terutama melalui penetrasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya bagi seluruh elemen sekolah, baik guru maupun siswa, untuk memiliki kepekaan terhadap perubahan perilaku atau paham-paham baru yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Densus 88 AT mengedepankan fungsi pencegahan agar masyarakat, khususnya pelajar, paham mengenai pola rekrutmen jaringan tersebut. Jangan mudah tergiur dengan narasi-narasi instan yang memicu kebencian atau intoleransi terhadap sesama. Tugas pelajar adalah belajar dan menjaga keutuhan NKRI,” tegas Helmi di hadapan para siswa.
Merespons pelaksanaan agenda pencegahan ini, Kepala SMAN 7 Kota Jambi, Noviardi, menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas dipilihnya sekolah yang ia pimpin sebagai lokus sosialisasi. Ia menyatakan jajaran guru dan tenaga kependidikan siap mengawal dan menindaklanjuti arahan dari Disdik dan Densus 88 AT dalam keseharian proses belajar mengajar.
Pasca-penyampaian materi inti dari para pembicara, agenda sosialisasi dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif serta tanya jawab dua arah antara para pelajar dengan pihak kepolisian dan kedinasan demi memperdalam pemahaman mengenai pentingnya moderasi beragama dan bernegara. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar