Makna Ramadhan Bagi Ade Erlanda dan Nur Apriyanti: Bahagiakan 2.000 Yatim dan Duafa
- account_circle Admin
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

Foto: Ade Erlanda dan Nur Apriyanti saat menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak yatim dalam program "Indahnya Kebersamaan dalam Keberkahan" di Jambi. (Dok/Ist)
Program kemanusiaan bertajuk “Indahnya Kebersamaan dalam Keberkahan” yang digagas oleh Ade Erlanda dan Nur Apriyanti terus bergulir dengan penuh khidmat.
Memasuki hari keenam pelaksanaannya pada Senin (2/3) program yang menargetkan santunan bagi 2.000 anak yatim dan kaum duafa ini berhasil menghadirkan rona bahagia bagi para penerima manfaat.
Penyaluran santunan yang dilakukan secara bertahap di kediaman donatur ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menjaga kenyamanan para penerima.
Misi Spiritual Mengetuk Pintu Langit
Bagi Ade Erlanda, konsistensi menjalankan program ini di bulan Ramadhan memberikan dimensi spiritual yang mendalam. Ia menegaskan bahwa angka 2.000 bukan sekadar target kuantitas, melainkan sebuah ikhtiar batin.
“Bagi kami, Ramadhan tahun ini terasa jauh lebih istimewa. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan saat melihat adik-adik kita tersenyum. Target 2.000 orang ini bukan sekadar angka, tapi tentang 2.000 doa yang kita harapkan mengetuk pintu langit,” ujar Ade Erlanda.
Mempererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Senada dengan suaminya, Nur Apriyanti mengungkapkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat yang membutuhkan adalah cara terbaik untuk merayakan keberkahan bulan suci. Menurutnya, kegiatan ini membuat ibadah puasa yang dijalani terasa jauh lebih bermakna.
“Ramadhan itu bulan penuh berkah, dan cara terbaik merayakannya adalah dengan berbagi. Saya merasa lebih ‘hidup’ saat bisa berinteraksi langsung dengan mereka,” tambah Nur Apriyanti.
Distribusi Terukur Menuju Idul Fitri
Hingga saat ini, panitia penyelenggara memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai skema yang teratur.
Sisa kuota santunan dijadwalkan akan rampung sebelum memasuki pekan terakhir Ramadhan. Hal ini dilakukan agar para penerima manfaat dapat memanfaatkan santunan tersebut untuk keperluan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan hari keenam ini ditutup dengan sesi doa bersama yang penuh suasana kekeluargaan, mempertegas komitmen pasangan donatur ini dalam menebar kebaikan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar