Puluhan Pelajar di Muaro Jambi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- print Cetak

Foto: Para pelajar yang diduga keracunan karena MBG sedang mendapatkan perawatan medis. (Dok/Ist)
Sebanyak 45 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin, Sengeti, pada Jumat (30/1/2026).
Para siswa mulai dari tingkat KB/TK hingga SMA/SMK tersebut diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing.
Hingga Jumat sore, pasien terus berdatangan ke ruang IGD dengan keluhan serupa. Tim medis saat ini tengah bekerja ekstra memberikan pertolongan darurat kepada para korban.
Orang tua siswa melaporkan bahwa gejala muncul sesaat setelah anak-anak mereka pulang sekolah. Kasiman (31), salah satu orang tua murid SD Negeri 1 Muaro Jambi, menyebut anaknya mengalami muntah, diare, dan kondisi fisik yang melemas.
Kondisi lebih mengkhawatirkan dialami anak dari Fitriani (25). Ia menuturkan bahwa anaknya mengalami gejala berat tak lama setelah tiba di rumah.
“Sekitar pukul 11.00 WIB anak saya masih normal, namun setelah makan MBG di sekolah, anak saya muntah-muntah dan bibirnya sampai biru, badannya gemetaran,” ungkapnya.
Salah satu murid SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti mengaku sempat menyantap menu soto dari program MBG sebelum akhirnya menderita muntah dan diare.
Penanganan Medis dan Data Korban
Petugas medis RSUD Ahmad Ripin, Edwin, mengonfirmasi bahwa puluhan pelajar tersebut sedang dalam penanganan intensif. Meski diduga kuat akibat keracunan makanan, penyebab pastinya masih menunggu investigasi tim kompeten.
“Kami fokus memberikan pertolongan dan perawatan terlebih dahulu. Untuk penyebab pastinya akan ditindaklanjuti oleh tim yang berkompeten,” jelas Edwin.
Berdasarkan data di lapangan, paket makanan tersebut disiapkan oleh salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Dapur tersebut diketahui mengelola kebutuhan gizi untuk 3.475 penerima manfaat yang tersebar di 28 sekolah di wilayah Kelurahan Sengeti dan sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola program MBG (SPPG) maupun pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden dugaan keracunan massal tersebut. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar