Polda Jambi Utamakan Teguran Humanis, Angka Tilang Menurun Selama Operasi Siginjai 2026
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji. (Dok/Ist)
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Siginjai 2026 di wilayah hukum Polda Jambi yang berlangsung selama 14 hari (2–15 Februari 2026) resmi berakhir.
Hasil evaluasi komprehensif menunjukkan pergeseran tren penindakan, di mana kepolisian kini lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang humanis.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi mencatat penurunan signifikan pada jumlah penindakan tilang.
Selama operasi berlangsung, hanya tercatat 72 perkara tilang (41 melalui ETLE dan 31 non-ETLE). Kontras dengan penurunan tilang, jumlah teguran justru melonjak tajam menjadi 11.887 perkara, atau naik sebesar 139,37 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi kunci utama dalam operasi tahun ini.
Hal ini dibuktikan dengan masifnya kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) yang mencapai 45.733 kegiatan.
“Penurunan angka tilang ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat secara sukarela terhadap aturan lalu lintas. Kami lebih mengutamakan edukasi agar budaya tertib lahir dari kesadaran, bukan ketakutan akan sanksi,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Catatan Kecelakaan dan Persiapan Mudik
Meskipun kesadaran administratif meningkat, data fatalitas jalan raya masih menjadi catatan serius. Terjadi 32 kasus kecelakaan lalu lintas selama operasi, dengan rincian korban: 4 orang meninggal dunia, 6 luka berat, dan 39 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai Rp123,7 juta.
Menyikapi data tersebut, Polda Jambi akan melakukan evaluasi mendalam sebagai bekal persiapan menghadapi Operasi Ketupat 2026 (pengamanan Idul Fitri).
Penguatan sinergi antarinstansi akan difokuskan pada perbaikan kondisi jalan dan lingkungan guna menekan potensi kecelakaan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat Jambi untuk menjadikan budaya tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan sehari-hari, bukan hanya saat ada operasi kepolisian,” pungkas Erlan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar