Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintah » Gubernur Al Haris Apresiasi Kenduri Sko Siulak Mukai: Benteng Moral di Tengah Modernisasi

Gubernur Al Haris Apresiasi Kenduri Sko Siulak Mukai: Benteng Moral di Tengah Modernisasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

Gubernur Jambi, Al Haris, memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, atas dedikasinya menjaga kelestarian budaya melalui prosesi adat Kenduri Sko.

Hal ini ditegaskan Gubernur saat menghadiri perhelatan Kenduri Sko Manggien Depati Niniek Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai yang digelar di Lapangan Bola Kaki Trides Tebing Tinggi, Sabtu (24/01/2026).

Kenduri Sko Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Dalam sambutannya, Al Haris mengungkapkan rasa bangganya karena Kenduri Sko telah resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, tradisi ini merupakan pilar penting dalam pembangunan karakter masyarakat.

“Adat yang dijalankan dengan teguh akan menjadi benteng pertahanan moral di tengah arus modernisasi. Pemangku adat adalah mitra strategis pemerintah yang merawat tradisi dan membimbing generasi muda agar harmoni sosial tetap terjaga,” ujar Al Haris.

Sinergi Adat Kerinci dan Sungai Penuh

Gubernur juga menyoroti kedekatan emosional dan kultural antara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia berpesan agar administrasi pemerintahan yang terpisah tidak memutus kesatuan adat.

“Kerinci dan Sungai Penuh itu Bak Ciok Bak Ayam, Bak Denting Bak Besi. Adatnya bersatu, hanya administrasinya saja yang berbeda. Saya titipkan kepada Bupati dan Walikota agar menghidupkan kembali Rumah Adat Empat Sejenis di Sungai Penuh sebagai simbol persatuan,” tambahnya.

Dorong Restorasi Yudisial Berbasis Adat

Selain pelestarian budaya, Al Haris menekankan penguatan peran lembaga adat dalam penyelesaian masalah hukum melalui Restorative Justice atau Restorasi Yudisial berbasis adat.

Langkah strategis ini diharapkan melibatkan pihak Kapolres dan Kejaksaan untuk menyelesaikan konflik di tengah masyarakat melalui musyawarah mufakat, sehingga tercipta solusi hukum yang lebih adil dan manusiawi tanpa harus selalu berakhir di jalur hukum fisik.

Simbol Jati Diri dan Persatuan

Senada dengan Gubernur, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan bahwa Kenduri Sko adalah simbol jati diri masyarakat Kerinci.

“Sebagaimana pepatah adat, Bulat Air Dek Pembuluh, Bulat Kato Dek Mufakat. Kami pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung setiap kegiatan budaya agar pusako leluhur ini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” pungkas Bupati Monadi. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less