Pemprov Jambi Siap Percepat Proyek Waste to Energy
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
- print Cetak

Foto: Gubernur Al Haris bersama pejabat daerah dan Menteri Lingkungan Hidup saat penandatanganan kerja sama Waste to Energy di Jambi. (Dok/Ist)
Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung percepatan pembangunan Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah Jambi.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Al Haris saat penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik di wilayah Jambi Raya, yang melibatkan sejumlah kepala daerah kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris menegaskan bahwa kesiapan lahan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung percepatan proyek Waste to Energy, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang penanganan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Dukungan Penuh Pemprov Jambi
Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap mendukung penuh program nasional dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah Jambi Raya berdampak langsung pada meningkatnya volume sampah setiap tahun.
“Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya transformasi sistem pengelolaan sampah dari metode konvensional menuju sistem modern berbasis teknologi.
Percepatan Proyek PSEL Jambi
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang turut hadir menyampaikan bahwa proyek Waste to Energy di Jambi merupakan bagian dari program strategis nasional.
Proyek ini dirancang untuk wilayah dengan timbunan sampah minimal 1.000 ton per hari dan akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah pusat juga akan segera menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui proses lelang proyek, meskipun tahapan ini diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun.
Solusi Jangka Panjang Masalah Sampah
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa program Waste to Energy diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang selama ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Selain mengurangi volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), program ini juga mampu menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ke depan, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan ramah lingkungan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar