Breaking News
light_mode
Beranda » Ragam » Sinergi KLH dan APP Group: Kenalkan Pengelolaan Lahan Basah Berkelanjutan ke Generasi Muda

Sinergi KLH dan APP Group: Kenalkan Pengelolaan Lahan Basah Berkelanjutan ke Generasi Muda

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • print Cetak

Memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersinergi dengan APP Group melalui PT Wira Karya Sakti (WKS) menggelar program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda).

Bertempat di Distrik VII PT WKS, puluhan pelajar SMA dari berbagai daerah di Indonesia diajak melihat langsung praktik pengelolaan gambut yang bertanggung jawab.

Program KELANA merupakan inisiasi KLH/BPLH sebagai platform edukasi lingkungan yang melibatkan dunia usaha. Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari perlindungan ekosistem gambut, mulai dari sistem tata air (hidrologi), pencegahan kebakaran, hingga potensi ekonomi yang berkelanjutan.

Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di PT WKS didasarkan pada keberhasilan praktik pengelolaan hidrologis gambut dan pemberdayaan masyarakat di sekitar konsesi.

“Kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa memelihara gambut dapat berjalan seiring dengan manfaat ekonomi. Gambut bukan sekadar lahan kosong, tapi memiliki fungsi ekologis sebagai penyimpan karbon dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Edy, Selasa (3/2/2026). Selain gambut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai ekosistem mangrove sebagai bagian integral dari lahan basah.

Edukasi Lapangan: Dari Sekat Kanal hingga Madu

Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mengikuti field trip interaktif. Rangkaian kegiatan meliputi praktik pengeboran gambut untuk memahami kedalaman lahan, peninjauan pembangunan sekat kanal (canal blocking), hingga melihat kecanggihan situation room dalam memantau potensi kebakaran hutan secara real-time.

Deputy Director of Corporate Strategic & Relations APP Group, Iwan Setiawan, menyatakan dukungan penuh terhadap program edukasi ini.

“Kami mengajak anak muda melihat bagaimana lahan budidaya gambut dikelola secara bertanggung jawab. Pengalaman lapangan ini penting agar mereka bisa menyebarkan narasi positif mengenai pengelolaan gambut berkelanjutan,” jelas Iwan.

Kesan Peserta dan Puteri Indonesia Lingkungan

Antusiasme terlihat dari para peserta, termasuk Princessa Erilca Ratu, pelajar dari SMAN 1 Manado. Ia mengaku terkesan saat mencicipi langsung madu hasil hutan bukan kayu (HHBK) di area lahan basah.

“Saya jadi sadar lahan basah itu dekat dengan kehidupan kita dan punya nilai ekonomi jika dijaga dengan benar,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sophie Kirana, Puteri Indonesia Lingkungan, yang turut hadir memberikan inspirasi. Menurutnya, KELANA memberikan pemahaman komprehensif bahwa menjaga kelestarian gambut adalah investasi masa depan.

Kegiatan ini ditutup dengan aksi penanaman pohon sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less