Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Bernilai Rp49,6 Triliun, Proyek Tol Jambi–Rengat Siapkan Empat Simpang Susun Strategis

Bernilai Rp49,6 Triliun, Proyek Tol Jambi–Rengat Siapkan Empat Simpang Susun Strategis

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • print Cetak

Komisi V DPR RI mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Jambi–Rengat agar bisa dimulai lebih awal dari jadwal semula. Meski direncanakan mulai konstruksi pada 2027, legislatif meminta pemerintah pusat melakukan akselerasi agar proyek strategis nasional sepanjang 198,13 kilometer ini sudah bisa dikerjakan pada tahun 2026.

Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi V DPR RI, H. Bakri, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Jambi untuk meninjau progres infrastruktur penghubung Jambi-Riau tersebut.

Berdasarkan paparan proyek, Tol Jambi–Rengat membutuhkan nilai investasi yang fantastis, yakni mencapai Rp49,60 triliun. Selain faktor anggaran, pengadaan tanah juga menjadi sorotan karena progresnya baru menyentuh angka 4,83 persen.

“Harapan kita, tahun 2026 ini sudah bisa dimulai. Kami melakukan kunjungan kerja spesifik ke sini karena khawatir proyek ini berjalan lambat. Tinggal bagaimana pemerintah pusat membantu skema penganggarannya,” tegas politisi Fraksi PAN tersebut.

Spesifikasi dan Fasilitas Tol Jambi–Rengat

Ruas tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh dengan kecepatan rencana hingga 100 km/jam. Pada tahap awal, jalan tol akan menggunakan konfigurasi 2×2 lajur dan dikembangkan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir.

Beberapa fasilitas utama yang akan dibangun meliputi:
• ​4 Simpang Susun: Simpang Susun Cinto Kenang, Merlung, Sentjalang, dan Rengat.
• ​4 Pasang Rest Area: Fasilitas pendukung bagi kenyamanan pengguna jalan.
• ​Jembatan Penghubung: Infrastruktur kunci yang diyakini mampu mengurai kemacetan di wilayah Jambi menuju Riau.

Dokumen Perencanaan Sudah Matang

Bakri menjelaskan bahwa dari sisi teknis, proyek ini sebenarnya sudah siap dieksekusi. Dokumen perencanaan mulai dari studi kelayakan (feasibility study), basic design, hingga Detail Engineering Design (DED) dan penetapan lokasi (Penlok) sudah tersedia sepenuhnya.

“Tujuan kunjungan ini adalah untuk mempercepat proses, baik dari sisi pembebasan lahan maupun kepastian penganggarannya, agar masyarakat segera merasakan manfaat ekonomi dari tol ini,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less