Update Pencarian Shalsabila Andriany: Tim SAR Sisir 5 KM Hilir Sungai Batanghari Jambi
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- print Cetak

Foto: Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di aliran Sungai Batanghari untuk mencari Shalsabila Andriany (25) yang terjun dari Jembatan Aur Duri I, Jambi. (Dok/Basarnas)
Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (18/1/2026), tim SAR Gabungan masih terus berupaya menemukan Shalsabila Andriany (25). Perempuan muda tersebut dilaporkan hilang setelah nekat terjun dari atas Jembatan Aur Duri I ke Sungai Batanghari pada Jumat sore lalu.
Hingga Minggu pagi, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan. Humas Basarnas Jambi, Lutfi, mengonfirmasi adanya sejumlah hambatan serius yang dihadapi tim di lapangan selama proses pencarian berlangsung.
Arus Deras dan Debit Air Batanghari Meningkat
Kondisi alam menjadi tantangan terbesar bagi para personel. Lutfi menjelaskan bahwa debit air Sungai Batanghari saat ini tengah meningkat, yang dibarengi dengan arus yang sangat kuat.
“Kendala hingga hari ini pastinya arus deras, terus debit air Sungai Batanghari meningkat. Kemarin juga hujan deras berkabut, sehingga pandangan untuk pencarian sedikit terbatas,” ungkap Lutfi.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian
Peristiwa dugaan bunuh diri ini terjadi pada Jumat (16/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga di lokasi, Shalsabila terlihat berjalan kaki di area Jembatan Aur Duri I sebelum akhirnya melompat ke sungai. Di lokasi tersebut, warga hanya menemukan sepasang sandal milik korban.
Sejak laporan diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Jambi pada pukul 12.40 WIB, operasi SAR langsung diaktifkan. Memasuki hari ketiga, radius pencarian kini diperluas hingga 5 kilometer ke arah hilir sungai.
Pembagian Tugas Tim SAR Gabungan
Untuk mengefektifkan pencarian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polda Jambi, Polsek Telanai, dan Damkar membagi kekuatan menjadi tiga unit:
• Penyisiran Sisi Kanan: Rescuer Kantor SAR Jambi melakukan penyisiran di sisi kanan sungai sejauh 5 KM ke arah hilir.
• Penyisiran Sisi Kiri: Tim Polairud dan Damkar fokus melakukan penyisiran di sisi kiri sungai dengan jarak yang sama.
• Pantauan Udara: Tim memaksimalkan penggunaan teknologi drone untuk memantau permukaan sungai dari ketinggian guna mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban.
Pengerahan Alat Utama (Alut)
Berbagai armada dikerahkan dalam operasi ini, mulai dari Rubber Boat milik SAR, kapal Polair, hingga kapal Damkar. Selain itu, solidaritas warga sekitar juga terlihat dengan bantuan empat perahu nelayan yang turut menyisir aliran sungai.
Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu dengan cemas di lokasi kejadian. Tim SAR memastikan akan terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengedepankan keselamatan personel di tengah kondisi cuaca yang terpantau berawan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar