Satgas Pangan Polda Jambi Cek Pasar Sungai Penuh, Pastikan Stok Aman Jelang Idul Fitri
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Hernawan Rizky saat meninjau ketersediaan bahan pokok di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. (Dok/Ist)
Tim Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan 2026 Provinsi Jambi bergerak cepat melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok (Bapok).
Pengecekan intensif dilakukan di sejumlah pasar tradisional dan lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi serentak nasional guna memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Puasa dan Idul Fitri 2026.
Pantauan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB di Lapangan Merdeka Sungai Penuh, Pasar Tanjung Bajure, serta Pasar Semurup di Kabupaten Kerinci.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia melalui Kasubdit I Indagsi, AKBP Hernawan Rizky, turun langsung memastikan harga di lapangan tetap terkendali.
Dalam pengecekan tersebut, tercatat harga beras SPHP di GPM dipatok Rp60.000 per 5 kg, sementara di pasar tradisional harga beras unggul berada di kisaran Rp220.000 per 20 kg.
Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah dijual mulai dari Rp20.000 hingga Rp30.000 per kg, sedangkan cabai merah keriting berada di angka Rp44.000 per kg. Sementara itu, komoditas daging sapi segar terpantau stabil di harga Rp150.000 per kg dan ayam potong Rp45.000 per kg.
Langkah Strategis Satgas Pangan
Dalam upaya melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak wajar, Ditreskrimsus Polda Jambi bersama instansi terkait telah menyiapkan serangkaian langkah intervensi.
Selain mendukung penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah, tim juga melakukan transparansi harga melalui pemasangan spanduk informasi di area pasar.
“Kami melakukan penelusuran terhadap komoditas yang harganya masih tinggi untuk mengetahui penyebabnya, apakah ada hambatan distribusi atau indikasi penimbunan,” jelas Hernawan Rizky.
Selain itu, sosialisasi masif melalui media sosial juga digencarkan agar pedagang tidak menjual barang di atas harga acuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan pemantauan ini turut dihadiri oleh perwakilan Badan Pangan Nasional RI, kepala daerah setempat, serta jajaran dari Bulog dan dinas terkait lainnya. Selama proses pengecekan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif dengan stok pangan yang mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar