Progres Konstruksi Tol Betung–Tempino–Jambi Dikebut, Target Rampung Bertahap Tahun 2027
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- print Cetak

Foto: Suasana gerbang tol Bayung Lencir. (Dok/Ist)
PT Hutama Karya (Persero) terus mengakselerasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II pada koridor utama Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi.
Proyek sepanjang 170,70 km ini dipacu guna memperkuat konektivitas antara Sumatera Selatan dan Jambi, sekaligus mendorong efisiensi arus logistik nasional.
Saat ini, pembangunan fisik difokuskan pada Seksi 1 dan Seksi 2 yang membentang sepanjang 118,14 km, melengkapi segmen yang sebelumnya telah resmi beroperasi.
Update Progres Lahan dan Konstruksi per Seksi
Berdasarkan data terbaru dari Hutama Karya, berikut adalah rincian progres pengerjaan pada ruas strategis tersebut:
• Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya):
• Seksi 1A: Pembebasan lahan mencapai 48,32% dengan progres konstruksi 57,64%. Ditargetkan selesai pada Kuartal I 2027.
• Seksi 1B: Pembebasan lahan 41,14% dengan progres konstruksi 13,39%. Ditargetkan rampung pada Kuartal I 2027.
• Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir):
• Seksi 2A: Pembebasan lahan 28,45% dengan progres konstruksi 22,03%. Target penyelesaian Kuartal IV 2027.
• Seksi 2B: Pembebasan lahan 40,48% dengan progres konstruksi 22,37%. Target penyelesaian Kuartal IV 2027.
Segmen yang Sudah Beroperasi
Sementara itu, masyarakat Jambi sudah mulai menikmati manfaat dari sebagian ruas ini. Segmen Bayung Lencir–Tempino (34,10 km) dan segmen Tempino–Ness (18,49 km) telah beroperasi dan melayani pengguna jalan, memberikan dampak instan pada kelancaran mobilitas antarwilayah.
“Pembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat serta pelaku usaha,” ujar Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Kehadiran Tol Betung–Tempino–Jambi dinilai krusial untuk memangkas waktu tempuh dan menekan biaya logistik yang selama ini terkendala oleh keterbatasan kapasitas jalan nasional eksisting. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar