Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintah » Kukuhkan Pengurus FPRB Jambi, Wagub Abdullah Sani Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Berbasis Kolaborasi

Kukuhkan Pengurus FPRB Jambi, Wagub Abdullah Sani Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Berbasis Kolaborasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jambi periode 2025-2028. Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Ruang Bulian, Grand Hotel Jambi, pada Selasa (10/2/2026).

Dalam arahannya, Wagub Sani menegaskan bahwa pembentukan forum ini merupakan langkah krusial di tengah meningkatnya potensi bencana akibat permasalahan lingkungan yang kian kompleks.

Belajar dari Bencana Nasional

Wagub Abdullah Sani mengingatkan pentingnya mitigasi belajar dari sejumlah peristiwa memilukan di awal tahun 2026, seperti banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga musibah di Cisarua, Jawa Barat.

“Bencana-bencana tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa mitigasi dan pengurangan risiko bencana amat penting kita pahami dan lakukan secara kolaboratif,” ungkap Wagub Sani.

Ia menambahkan, secara geografis dan demografis, Provinsi Jambi memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam, non-alam, maupun sosial. Hal ini menuntut kesiapsiagaan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif.

Peran Strategis Konsep Pentahelix

Wagub Sani berharap FPRB menjadi wadah kolaborasi lintas sektor atau Pentahelix, yang melibatkan:
• ​Pemerintah
• ​Akademisi
• ​Dunia Usaha
• ​Media
• ​Masyarakat

“Forum ini harus menjadi motor penggerak dalam edukasi, advokasi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Pengurangan risiko bencana adalah investasi jangka panjang untuk melindungi nyawa, harta benda, dan keberlanjutan pembangunan,” tambahnya.

Target Program Nyata dan Aplikatif

Sementara itu, Ketua Umum FPRB Provinsi Jambi, Kurniawan Gotama, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan mandat tersebut. Ia menekankan bahwa FPRB akan berfokus pada program yang realistis dan berdampak langsung, mulai dari pencegahan hingga pemulihan pasca-bencana.

“Kami memohon bimbingan dan arahan agar dapat bekerja sama dalam pencegahan bencana di Provinsi Jambi secara aplikatif,” ujar Kurniawan.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, Pemerintah Provinsi Jambi optimistis budaya sadar risiko bencana dapat tumbuh lebih kuat hingga ke tingkat lokal berbasis kearifan setempat. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less