Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Dari Ruang Kuliah ke Lahan Gambut, 20 Mahasiswa Jambi Belajar Penanganan Karhutla Bersama Gubernur dan PT WKS

Dari Ruang Kuliah ke Lahan Gambut, 20 Mahasiswa Jambi Belajar Penanganan Karhutla Bersama Gubernur dan PT WKS

  • account_circle Admin
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

Puluhan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Jambi mendapat pengalaman langsung mempelajari pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Parit Culum, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan pembelajaran lapangan tersebut diikuti 20 mahasiswa dari Universitas Jambi (UNJA), Universitas Muhammadiyah Jambi, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan, dan kolaborasi dalam menghadapi karhutla.

Kegiatan ini diinisiasi PT Wirakarya Sakti (PT WKS), unit usaha APP Group, bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Jambi.

Tidak hanya mendapat penjelasan, mahasiswa juga diajak melihat secara langsung kondisi dan tantangan penanganan kebakaran, khususnya pada ekosistem lahan gambut.

Al Haris dan Brigjen TNI Nyamin turut berdialog dengan mahasiswa untuk berbagi pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mencegah dan menangani karhutla.

Didampingi Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT WKS, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik kebakaran di lahan gambut serta penggunaan sejumlah peralatan pemadaman.

Peralatan yang diperkenalkan antara lain pompa pemadam, selang, dan nozzle.

Sebagai bagian dari pembelajaran, mahasiswa juga mendapat kesempatan membantu proses pemadaman secara terbatas di bawah arahan dan pendampingan personel RPK.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran langsung kepada mahasiswa mengenai kompleksitas penanganan kebakaran gambut sekaligus pentingnya melakukan pencegahan sejak dini.

Dari Ruang Kuliah ke Lahan Gambut

Fadly, mahasiswa Jurusan Kehutanan UNJA, mengaku pengalaman di lapangan membuatnya semakin memahami kompleksitas penanganan kebakaran gambut serta dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi di lapangan. Kebakaran di lahan gambut ternyata tidak mudah ditangani. Dampak asapnya juga terasa hingga ke kota, baik terhadap jarak pandang maupun pernapasan. Pengalaman ini membuat kami semakin memahami bahwa pencegahan sangat penting agar kebakaran seperti ini tidak semakin meluas,” ujar Fadly.

Senada dengan Fadly, Rahman, mahasiswa UIN Jambi, menilai pengalaman melihat sekaligus ikut membantu proses pemadaman menjadi pembelajaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan.

“Bagi kami, ini pengalaman yang luar biasa karena bisa melihat langsung kondisi kebakaran di lahan gambut dan ikut membantu proses pemadaman. Dari pengalaman ini kami juga semakin memahami bahwa pencegahan dan kesiapsiagaan sangat penting,” kata Rahman.

Sementara itu, Septi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jambi, menilai pengalaman di lapangan melengkapi pengetahuan yang selama ini diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan pengetahuan mengenai pencegahan sekaligus pengalaman melihat proses penanganan kebakaran di lahan gambut. Pengalaman seperti ini membuat kami lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” kata Septi.

Libatkan Mahasiswa dalam Edukasi Karhutla

Kepala Humas PT WKS sekaligus Ketua APHI Komda Jambi, Taufik Qurochman, mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan karhutla kepada generasi muda.

“Mahasiswa adalah bagian penting dari agen perubahan. Melalui pembelajaran lapangan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk memahami secara langsung kompleksitas pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk tantangan di lahan gambut. Harapannya, pengalaman tersebut dapat memperkaya pemahaman mereka dan diteruskan kepada lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, pengendalian karhutla merupakan rangkaian yang saling berkaitan, mulai dari edukasi, pencegahan, pemantauan dan deteksi dini, kesiapsiagaan, hingga penanganan di lapangan.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, TNI, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

Kegiatan pembelajaran lapangan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi PT WKS dan APHI Komda Jambi bersama berbagai pemangku kepentingan dan perguruan tinggi untuk memperluas edukasi mengenai karhutla.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan serta mengambil peran dalam membangun kesadaran dan mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dini. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less