Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintah » Wagub Jambi di Ponpes Al-Kautsar: Menghafal Al-Qur’an Adalah Awal Perjuangan

Wagub Jambi di Ponpes Al-Kautsar: Menghafal Al-Qur’an Adalah Awal Perjuangan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • print Cetak

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, memberikan tausiah mendalam dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 Pondok Pesantren Al-Kautsar sekaligus prosesi Wisuda Tahfidz yang digelar di Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (14/2/2026) malam.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa memberikan pendidikan berbasis Al-Qur’an kepada anak adalah investasi yang tak ternilai harganya, baik di dunia maupun di akhirat.

Menurut Wagub, anak saleh yang dibimbing dengan nilai-nilai suci kalam Allah akan menjadi amal jariyah bagi orang tua. Bekal agama tersebut tidak hanya menjadi pedoman hidup bagi sang anak, tetapi juga berfungsi sebagai benteng perlindungan dari perilaku negatif di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Memuliakan Penjaga Wahyu Allah

Dalam suasana yang penuh keberkahan tersebut, Abdullah Sani mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa memuliakan para Ahlul Qur’an—mereka yang menghafal, membaca, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Ia menyebut para penjaga wahyu ini sebagai “keluarga Allah” yang ada di bumi.

“Bentuk penghormatan meliputi menghormati mereka, tidak menyakiti, mengutamakan mereka, dan meneladani akhlaknya, karena mereka membawa kemuliaan wahyu Allah,” ujar Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani.

Ia menambahkan bahwa memuliakan penghafal Al-Qur’an adalah salah satu bentuk mengagungkan Allah SWT.

Pesan untuk Wisudawan: Al-Qur’an Harus Meresap dalam Akhlak

Kepada para santri yang baru saja diwisuda, Wagub mengingatkan bahwa pencapaian menghafal adalah sebuah awal, bukan titik akhir. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga hafalan tersebut (murojaah) dan memastikan nilai-nilai di dalamnya tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Jadilah Ahlul Qur’an yang berakhlak mulia. Jangan bangga dengan hafalannya, tapi takutlah jika Al-Qur’an tidak meresap dalam perilaku sehari-hari. Ingat, santri harus berkualitas dan memiliki karya,” tegas Abdullah Sani.

Pentingnya Keseimbangan Hubungan Manusia

Wagub Sani juga menyentuh aspek Hablum minannas atau hubungan baik antarmanusia. Ia berpesan agar para orang tua dan jemaah tidak ragu meluangkan harta untuk pendidikan agama dan sedekah.

Menurutnya, rezeki yang dikeluarkan untuk jalan Allah tidak akan berkurang, melainkan bertambah keberkahannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan saudara dan tetangga, termasuk dalam berinteraksi di dunia digital.

“Penerapannya meliputi jujur dalam bermuamalah, tidak menyakiti tetangga, memaafkan, dan menjaga lisan maupun jemari di dunia maya,” pungkasnya.

Ketua Penyelenggara, Zainal Arifin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan tausiah Wagub. Ia melaporkan bahwa Ponpes Al-Kautsar terus berkembang dengan total 57 santri mukim dan tambahan 20 santri baru, yang diharapkan terus membawa warna positif bagi pendidikan agama di Jambi. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less