Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintah » Tak Sekadar Sukses, Babad Alas Ungkap Jatuh Bangun Bima Arya, Al Haris: Penting Dibaca Anak Muda

Tak Sekadar Sukses, Babad Alas Ungkap Jatuh Bangun Bima Arya, Al Haris: Penting Dibaca Anak Muda

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

Gubernur Jambi Al Haris, menghadiri kegiatan bedah buku Babad Alas: Ruang Refleksi dari Cerita Kepemimpinan Selama 10 Tahun di Kota Bogor, karya Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Unifac Lantai I, Kampus Mendalo Universitas Jambi, Rabu (15/4), dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta mahasiswa.

Dihadiri Pejabat dan Akademisi

Selain Gubernur Al Haris, turut hadir Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Rektor Universitas Jambi Prof. Helmi, Ketua Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo, Ketua Senat UNJA Prof. Syamsurijal Tan, serta civitas akademika Universitas Jambi.

Kegiatan ini menghadirkan langsung Bima Arya sebagai penulis sekaligus pembicara utama, dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu Wakil Wali Kota Jambi.

Bima Arya Ungkap Realita Kepemimpinan

Dalam pemaparannya, Bima Arya mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam kepemimpinan justru muncul setelah terpilih, bukan saat kampanye.

“Beratnya kampanye itu tidak seujung kuku dibandingkan menjalankan pemerintahan. Saat kampanye, lawan terlihat jelas. Tetapi ketika memimpin pemerintahan, tidak selalu jelas siapa kawan dan siapa yang berseberangan,” ujarnya.

Ia menggambarkan masa awal kepemimpinannya di Kota Bogor sebagai periode penuh tekanan, mulai dari dinamika birokrasi hingga kepentingan berbagai kelompok.

Menurutnya, kepemimpinan membutuhkan lebih dari sekadar keberanian, tetapi juga nilai, strategi, dan konsistensi dalam bertindak.
Dipengaruhi Pemikiran Tokoh Intelektual

Bima Arya juga memaparkan bahwa gaya kepemimpinannya dipengaruhi oleh pemikiran sejumlah tokoh seperti Arief Budiman dan Soe Hok Gie.

Nilai-nilai inklusivitas, keadilan sosial, serta keberpihakan terhadap kelompok minoritas menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan publik selama memimpin Kota Bogor.

Usai kegiatan, Gubernur Al Haris menilai buku Babad Alas sebagai karya reflektif yang tidak hanya menampilkan keberhasilan, tetapi juga tantangan dan pembelajaran selama satu dekade kepemimpinan.

“Buku ini menggambarkan perjalanan hidup beliau. Dari seorang akademisi murni hingga terjun ke dunia politik dan menjadi Wali Kota Bogor dua periode,” ujar Al Haris.

Ia menekankan pentingnya buku biografi sebagai referensi bagi generasi muda dalam menentukan arah masa depan.

“Buku seperti ini sangat penting bagi anak-anak muda yang sedang mencari jati diri. Tidak hanya berisi kesuksesan, tetapi juga kegagalan dan cara bangkit,” tambahnya.

Menurut Al Haris, buku biografi dapat menjadi pembelajaran nyata tentang konsekuensi dalam setiap keputusan, sekaligus memotivasi generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif.

“Generasi muda harus punya cara pandang yang lebih baik ke depan dan tidak menyia-nyiakan waktu. Isi dengan hal-hal yang bermanfaat,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less