Breaking News
light_mode
Beranda » Sport » KONI Jambi Terobos Batas Anggaran, Rangkul Sektor Migas Demi Kejayaan Olahraga Daerah

KONI Jambi Terobos Batas Anggaran, Rangkul Sektor Migas Demi Kejayaan Olahraga Daerah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • print Cetak

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi melakukan manuver strategis untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah.

Di bawah komando Ketua Umum AKBP Mat Sanusi, KONI Jambi sukses membangun kolaborasi pendanaan dengan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) demi menggenjot prestasi di PON 2028 NTB-NTT.

Kepastian ini terungkap usai pertemuan antara pengurus KONI, Dewan Penyantun, dan perwakilan sektor migas pada Rabu (6/5) malam.

Skema Pendanaan untuk Cabor Unggulan

Ketua Dewan Penyantun KONI Jambi yang juga menjabat Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, mengapresiasi dukungan dari SKK Migas dan KKKS.

Menurutnya, pola pendanaan ini akan difokuskan pada program KONI tahun 2027 dan 2028, khususnya bagi cabang olahraga (cabor) yang berpotensi menyumbang medali.

“Alhamdulillah, sudah tergambar kemungkinan program KONI akan didukung pendanaannya oleh SKK Migas dan KKKS. Kita harapkan pola ini diikuti oleh perusahaan lain di Jambi, terutama dari sektor perkebunan dan pertambangan,” ujar Sudirman.

Cegah Kemerosotan Prestasi

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengakui kondisi efisiensi anggaran saat ini sangat menantang, hingga berdampak pada ditiadakannya Porprov tahun ini.

Tanpa kolaborasi dengan pihak swasta, ia khawatir peringkat olahraga Jambi yang berada di posisi 20 pada PON Aceh-Sumut akan semakin melorot.

“Dengan kolaborasi ini, kita optimis peningkatan prestasi bisa terjadi di PON 2028 nanti. Efisiensi bukan penghalang jika kita mampu membangun sinergi yang kuat,” tegas Mat Sanusi.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi sekaligus Ketua Pengprov Drumband, Ivan Wirata, menilai langkah ini sangat tepat.

Ia menegaskan target 22 medali emas yang dicanangkan harus dibarengi dengan dukungan finansial yang mumpuni.

“Target 22 emas harus berbanding lurus dengan pendanaan. Saya optimis jika konsisten merangkul perusahaan perkebunan dan sektor lainnya, target tersebut akan tercapai,” pungkas Ivan Wirata. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less