Deklarasi Akbar di GOR Kota Jambi: Belasan Ribu Pelajar Komitmen Jaga Sekolah dari Radikalisme
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- print Cetak

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Disdik, Densus 88 AT, dan Kemenag Jambi. (Foto: Istimewa)
GOR Kota Jambi menjadi saksi bisu berkumpulnya belasan ribu pelajar dalam sebuah aksi massa berskala besar, Kamis (7/5).
Belasan ribu siswa jenjang Menengah Atas (SMA/SMK) dan Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi Jambi menggelar deklarasi akbar untuk menolak paham IRET, TCC, serta aksi perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
Kegiatan kolosal ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, Densus 88 Antiteror (AT) Polri, Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, dan Disdik Kota Jambi.
Komitmen Jaga Lingkungan Sekolah
Dalam deklarasi tersebut, para siswa secara serentak menyuarakan komitmennya untuk membentengi diri dari pengaruh paham radikal dan intoleran yang kerap diidentikkan dengan istilah IRET dan TCC.
Selain radikalisme, isu perundungan juga menjadi poin utama yang disorot untuk menciptakan iklim pendidikan yang aman dan nyaman.
“Hari ini kita menyaksikan sejarah baru di mana belasan ribu siswa bersatu untuk menyatakan ‘Perang’ terhadap paham-paham yang merusak ideologi bangsa serta menolak keras segala bentuk kekerasan atau perundungan di sekolah,” tulis penyelenggara dalam keterangan resminya.
Kehadiran Densus 88 AT Polri dalam acara ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan pencegahan radikalisme sejak usia sekolah, sementara Kemenag berperan memperkuat fondasi moderasi beragama di kalangan pelajar.
Dimeriahkan Penampilan Seni Siswa
Meski bermuatan pesan yang serius dan tegas, suasana di GOR Kota Jambi tetap berlangsung semarak.
Acara diisi dengan berbagai penampilan bakat dari para siswa, mulai dari pertunjukan tari tradisional yang memukau hingga penampilan vokal yang membangkitkan semangat nasionalisme.
Kombinasi antara pesan edukatif dan apresiasi seni ini diharapkan mampu membuat poin-poin deklarasi lebih meresap ke dalam jiwa para pelajar.
Deklarasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain di Indonesia untuk melakukan langkah serupa dalam melindungi generasi muda dari ancaman radikalisme dan kekerasan di ruang pendidikan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar