Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Brigadir E Meninggal Dunia, Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Chandra Tegaskan Usut Transparan

Brigadir E Meninggal Dunia, Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Chandra Tegaskan Usut Transparan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • print Cetak

Penegakan disiplin internal dan transparansi penanganan perkara di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia terus dikedepankan demi menjaga marwah institusi. Setiap insiden yang melibatkan personel dipastikan bakal diusut secara tuntas, profesional, dan berbasis fakta hukum yang objektif guna menghindari polemik di ruang publik.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) yang saat ini terus mendalami secara intensif penyebab meninggalnya salah seorang anggotanya, Brigadir E. Personel tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Kasus internal ini langsung menjadi atensi dan perhatian serius jajaran kepolisian daerah. Sejak menerima laporan awal mengenai informasi tersebut, Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Chandra, langsung mengeluarkan instruksi tegas untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh fakta di lapangan terungkap secara objektif, profesional, dan transparan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dihimpun oleh tim penyidik, diketahui bahwa sebelum peristiwa naas itu terjadi, Brigadir E sedang berada bersama empat orang rekannya yang juga berstatus sebagai anggota kepolisian. Kelimanya diketahui sempat bersama-sama mengonsumsi minuman beralkohol pada malam sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.

Hingga saat ini, pihak penyidik Satreskrim Polres Tanjab Timur telah melakukan pemeriksaan resmi terhadap 5 orang saksi. Guna memperkuat pemenuhan alat bukti di luar keterangan saksi, proses penyelidikan juga diperkuat dengan penelusuran bukti-bukti digital secara mendalam. Langkah ini bertujuan agar seluruh rangkaian kronologi peristiwa dapat direkonstruksi secara utuh dan valid.

Kronologi Jatuh dan Terbentur

Dari lembar keterangan para saksi, sebelum insiden terjadi, korban sempat berdiri dari posisinya. Namun, tak lama kemudian korban kehilangan keseimbangan tubuh yang diduga kuat akibat pengaruh dari kondisi setelah mengonsumsi minuman keras tersebut.

Kondisi hilang keseimbangan itu membuat korban terjatuh secara mendadak hingga bagian kepalanya terbentur keras. Tidak lama setelah benturan tersebut terjadi, Brigadir E disebut-sebut sempat mengeluarkan busa dari dalam mulutnya.

Melihat kondisi darurat tersebut, rekan-rekan korban yang berada di lokasi langsung sigap memberikan pertolongan pertama dan bergegas membawa korban menuju rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis darurat. Namun sangat disayangkan, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, tim medis menyatakan bahwa Brigadir E telah meninggal dunia.

Kapolres Jamin Tidak Ada yang Ditutupi

Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Chandra memastikan dengan tegas bahwa seluruh tahapan proses penyelidikan ini dilakukan secara profesional tanpa ada upaya untuk menutup-nutupi fakta yang ditemukan oleh tim penyidik di lapangan.

Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab kepemimpinan, ia juga telah mendatangi langsung pihak keluarga Brigadir E. Kedatangan tersebut bertujuan untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai penanganan perkara, sekaligus meyakinkan pihak keluarga bahwa proses hukum akan berjalan lurus dan menyeluruh.

“Kami memiliki komitmen penuh untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan, profesional, dan murni berdasarkan fakta-fakta hukum yang kami temukan dalam proses penyelidikan di lapangan,” tegas AKBP Ade Chandra pada Selasa (21/7).

Menurutnya, saat ini tim penyidik masih terus bekerja keras mengumpulkan alat bukti baru, mendalami kesaksian para saksi, serta mengagendakan serangkaian pemeriksaan penunjang lain untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut secara scientific.

Menanggapi berbagai informasi yang mulai berkembang liar di tengah masyarakat, Kapolres mengimbau dengan sangat kepada seluruh pihak agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sepihak ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia meminta publik memberikan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan penyelidikan sesuai regulasi hukum yang berlaku.

​”Proses penyelidikan hingga saat ini masih terus berjalan lancar. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengembangkan asumsi liar ataupun spekulasi-spekulasi yang belum didukung oleh fakta otentik. Percayakan seluruh proses ini kepada kepolisian,” pungkas AKBP Ade Chandra.

Pihak Polres Tanjab Timur memastikan bahwa setiap perkembangan signifikan dari hasil penyelidikan ini akan selalu disampaikan secara terbuka dan akuntabel kepada publik setelah diperoleh fakta dan bukti yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less