Wakili Gubernur Jambi, Ariansyah Buka Festival Kopi Kerinci 2026: Dorong Naik Kelas ke Pasar Global
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Foto: Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah mewakili Gubernur Jambi Al Haris membuka Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026). (Diskominfo Jambi)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., mewakili Gubernur Jambi Al Haris membuka Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026).
Dalam sambutannya, Ariansyah menegaskan komoditas kopi Kerinci memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, potensi tersebut harus didukung ekosistem kopi yang kuat dan terintegrasi agar mampu naik kelas serta memiliki daya saing di pasar global.
“Pengembangan kopi Kerinci ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu pengolahan, pengemasan, sertifikasi, branding, promosi, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri,” ujar Ariansyah.
Menurutnya, Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pasar kopi asal Provinsi Jambi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ariansyah berharap festival tersebut dapat membuka peluang investasi dan membangun kemitraan yang sehat antara pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, lembaga pembiayaan hingga mitra pasar.
“Saya berharap semakin terbuka peluang investasi dan kemitraan yang sehat antara pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, lembaga pembiayaan, serta mitra pasar,” katanya.
Kopi Kerinci Tembus Pasar Kanada dan Malaysia
Penguatan pasar internasional menjadi salah satu bagian penting dalam Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pelepasan ekspor kopi Kerinci sebanyak 7 ton ke Kanada dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.
Selain itu, sebanyak 7 ton kopi Kerinci juga diekspor ke Malaysia kepada dua buyer dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.
Dengan demikian, total kopi Kerinci yang dilepas untuk pasar Kanada dan Malaysia mencapai 14 ton dengan nilai sekitar Rp2,4 miliar.
Akses pasar internasional juga semakin diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Alko dan Royal Coffee dari Amerika Serikat.
Melalui kerja sama tersebut, ekspor kopi Kerinci dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November 2026 dengan volume masing-masing satu kontainer.
Total nilai kerja sama antara PT Alko dan Royal Coffee tersebut mencapai sekitar Rp6,5 miliar.
Pengembangan Kopi Tak Hanya Soal Ekspor
Ariansyah menegaskan festival tersebut tidak boleh berhenti sebagai ajang promosi kopi semata.
Menurutnya, pengembangan komoditas kopi harus menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi kopi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan pariwisata berbasis pertanian dan budaya,” pungkasnya.
Ia menilai penguatan ekosistem kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Dengan demikian, peningkatan nilai tambah kopi dapat dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha di daerah.
BPDLH Siapkan Dukungan untuk Ribuan Petani
Selain membuka akses pasar, pengembangan komoditas kopi Kerinci juga didukung melalui penguatan akses pembiayaan bagi petani.
Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menyalurkan bantuan untuk memperkuat usaha agroforestri kopi bagi Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial.
Pada tahap pertama, penyaluran dilakukan di Kerinci dan Bengkulu kepada 100 petani binaan dengan nilai hingga Rp1,5 miliar.
Selanjutnya, penyaluran tahap kedua ditargetkan menyasar 800 petani, sedangkan tahap ketiga menyasar 2.500 petani binaan ALKO.
Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan mencapai penyaluran sebesar Rp37,5 miliar hingga 2027.
Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha petani kopi.
Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 turut dihadiri Direktur Penyaluran Dana BPDLH, jajaran Pemkab Kerinci, Bapak Kopi Indonesia Prof. Surip Mawardi, Ketua Dewan Kopi Indonesia Syafrudin, Ketua Asosiasi Kopi Kerinci, Ketua Dekopi Jambi, Ketua ASKI Jambi, Kepala Loka POM Bungo, perwakilan Bank Indonesia KWP Bengkulu, Bank BNI Sungai Penuh, Bank BRI Sungai Penuh, perwakilan Root Capital USA, NPMU (PEA) Forest Program IV, buyer dan pengamat kopi dari sejumlah negara, Warsi, serta unsur pemerintah dan kepolisian setempat. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar