Bawa Misi Harumkan Nama Daerah, Perpani Jambi Lepas Kontingen Archery Junior 2026
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- print Cetak

Jajaran atlet, pelatih, dan official Perpani Provinsi Jambi saat mengobarkan semangat juara menjelang keberangkatan ke Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Istimewa)
Semangat membara dan tekad kuat untuk mengharumkan nama daerah dibawa oleh 7 atlet panahan muda Jambi. Mereka dilepas secara resmi oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jambi pada Sabtu (18/7) di Kopi Tiam Angkasa, Kota Jambi.
Para pemanah masa depan bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini dijadwalkan bertarung dalam ajang bergengsi berskala nasional, Milk Archery Challenge Junior 2026. Kompetisi kelompok umur ini akan diselenggarakan pada 21-30 Juli 2026 di Lapangan Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Kejuaraan Nasional Junior tersebut mempertandingkan 3 divisi utama yang menjadi tolak ukur pembinaan, yakni divisi Recurve, Compound, dan Nasional. Adapun total kategori usia yang dilombakan mencakup rentang kelompok umur U-18, U-15, dan U-13. Khusus untuk divisi Nasional, penyelenggara membuka kategori tambahan bagi anak-anak usia dini di kelas U-10.
Demi memastikan target pembinaan berjalan optimal, Pengprov Perpani Jambi tidak main-main. Mereka memberangkatkan total kontingen yang terdiri dari 7 atlet utama, didampingi oleh 5 orang official teknis, serta dikomandoi langsung oleh 1 orang Ketua Tim. Komposisi ini menjadi bukti nyata keseriusan Jambi dalam membangun fondasi olahraga panahan sejak usia sekolah.
Misi Perpani Jambi: Bukan Sekadar Skor dan Medali
Ketua Umum Pengprov Perpani Provinsi Jambi, Heriyanto, dalam sambutan hangatnya di depan para atlet menekankan bahwa perjalanan ke Pulau Jawa kali ini memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kalkulasi skor atau raihan medali di papan klasemen.
“Atas nama Pengurus Provinsi Perpani Jambi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan orang tua yang telah bekerja keras mempersiapkan diri. Proses latihan panjang, disiplin tinggi, dan segala pengorbanan yang telah diberikan adalah bukti cinta kita yang besar terhadap perkembangan olahraga panahan di Jambi,” ungkap Heriyanto.
Heriyanto menitipkan pesan mendalam agar para atlet membawa pulang pengalaman bertanding yang matang serta menjaga marwah daerah di tanah perantauan. Kontingen diminta memegang teguh identitas luhur masyarakat Jambi selama berkompetisi.
“Keberangkatan ke Kudus bukan hanya sekadar membawa nama pribadi atau klub, tetapi kalian membawa nama besar Provinsi Jambi. Tunjukkan semangat juang yang tinggi, sportivitas tanpa kompromi, dan cerminkan karakter anak Jambi yang sesungguhnya: rendah hati di saat meraih kemenangan, dan lapang dada jika harus menerima kekalahan,” tegasnya.
Jaga Kebugaran Fisik dan Terapkan Fair Play di Lapangan
Di samping motivasi mental, Heriyanto juga mengingatkan aspek teknis penting yang wajib dipatuhi oleh seluruh anggota kontingen demi menjaga performa di lapangan. Kebugaran fisik menjadi kunci utama mengingat durasi kompetisi yang berlangsung selama sepuluh hari.
Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain kewajiban menjaga kondisi kesehatan di tengah perubahan cuaca, mengatur pola makan secara ketat, memastikan waktu istirahat yang cukup di penginapan, serta selalu patuh pada instruksi strategis yang diberikan oleh tim pelatih.
”Junjung tinggi nilai-nilai sportivitas, bertandinglah dengan prinsip fair play dan jaga nama baik Jambi. Berikan penampilan terbaik di setiap bantalan sasaran. Hasil akhir adalah bonus dari Tuhan, namun proses bertanding dan usaha maksimal di lapangan adalah kewajiban yang tidak boleh ditawar,” lanjut Heriyanto.
Apresiasi khusus juga secara terbuka dialamatkan kepada tim pelatih, jajaran official, serta para orang tua atlet yang mendampingi. Sinergi antara pengurus, pelatih, dan wali atlet dinilai menjadi pilar utama yang membuat keberangkatan kontingen ini dapat terealisasi dengan matang.
Menutup prosesi pelepasan resmi tersebut, Heriyanto memberikan sebuah wejangan simbolis yang membakar semangat dan fokus para pemanah muda Jambi sebelum melangkah ke area perlombaan.
“Ingat, busur yang kalian pegang di lapangan nanti bukan hanya sebilah alat olahraga. Itu adalah simbol dari fokus, ketenangan jiwa, dan manifestasi mental juara yang kalian miliki. Tarik dengan keyakinan, lepas dengan doa,” pungkas Heriyanto yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin.
Dengan persiapan fisik yang intensif selama beberapa bulan terakhir serta dukungan penuh dari berbagai pihak, kontingen panahan Jambi optimistis mampu memberikan perlawanan sengit dan menorehkan prestasi gemilang di Milk Archery Challenge Junior 2026. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar