Dr. Iwan Hermawan Sukses Pimpin Praktik Lapangan Penataran Pelatih Fisik KONI Provinsi Jambi
- account_circle Admin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Pemateri nasional Iwan Hermawan saat mengupas tuntas tiga pilar sistem energi untuk mendongkrak ketahanan fisik atlet Jambi, Kamis (9/7/2026). (Foto: Istimewa)
Pembenahan total terhadap mutu dan kualitas fisik atlet Jambi kini mulai menyentuh aspek sains olahraga (sport science) paling mendasar. Guna memastikan performa para atlet mampu meraih prestasi maksimal di panggung nasional, para pelatih dari 54 cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Provinsi Jambi dicekoki formula modern mengenai teknik daya tahan (endurance) dan sistem kontinum energi.
Materi krusial tersebut dipaparkan langsung oleh pelatih fisik nasional sekaligus akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Iwan Hermawan. Paparan sains ini disampaikan dalam acara penataran pelatih dan asisten pelatih yang digelar oleh KONI Provinsi Jambi pada Kamis (9/7).
Dalam pemaparannya, Iwan Hermawan menegaskan bahwa untuk mencapai podium tertinggi di ajang PON 2028, pola latihan konvensional harus segera ditinggalkan. Para arsitek olahraga di Jambi wajib memahami program kontinum energi yang mampu menghasilkan kerja maksimal serta mempertahankan daya tahan tubuh atlet saat berada di bawah tekanan kompetisi yang tinggi.
“Untuk mendapatkan ketahanan fisik yang sempurna, pelatih harus memperkuat tiga pilar sistem energi pada tubuh atlet. Pertama adalah peningkatan fosfagen atau anaerobic alactic, kedua adalah sistem glikolitik (anaerobic lactic), dan yang terakhir adalah sistem oksidatif (aerobic),” urai pakar fisik nasional, Iwan Hermawan.
Mengukur Kecepatan Lewat Kalibrasi Diagnostik dan 6 Zona Aerobik
Guna mengetahui kapasitas riil stamina atlet, Iwan memperkenalkan program kalibrasi diagnostik untuk mengukur maximal aerobic speed. Caranya terbilang presisi dan menantang, yakni menguji atlet untuk berlari sejauh mungkin secara konsisten dalam durasi waktu tepat lima menit atau 300 detik.
Lebih lanjut, dosen UNJ ini membedah secara rinci bahwa untuk meraih hasil latihan aerobik yang ideal, terdapat enam zona latihan yang wajib diterapkan secara disiplin oleh para pelatih:
• Zona 1 hingga 3: Fokus pada latihan berkelanjutan dengan jarak jauh dalam durasi minimal 20 menit.
• Zona 4: Menggunakan kecepatan dengan ambang batas ketat sebelum akumulasi asam laktat mendominasi tubuh.
• Zona 5: Memaksimalkan kapasitas aerobik murni berupa latihan taktis di lapangan.
• Zona 6: Supra maksimal yang berfungsi untuk mendorong batas tertinggi mesin aerobik dalam tubuh atlet.
Iwan juga memaparkan metodologi aerobik melalui manajemen kapasitas dan volume, interval intensitas tinggi, serta paradigma anaerobik melalui daya tahan ledak tanpa oksigen.
“Latihan anaerobik ini sangat penting karena bisa memicu adaptasi neurologis dan otot tanpa bergantung pada pasokan oksigen. Metode ini menghasilkan power atau kekuatan yang masif, meskipun konsekuensinya akan mengakibatkan akumulasi kelelahan yang ekstrim pada fisik atlet,” jelas Iwan Hermawan.
Klasterisasi Karakter Spesifik Cabang Olahraga Jambi
Sebagai panduan praktis, Iwan Hermawan membagi aplikasi program kebugaran ini ke dalam beberapa rumpun cabor spesifik:
1. Kelompok Endurance (Davy Tahan): Khusus untuk cabor dengan durasi panjang seperti atletik nomor jarak jauh dan renang.
2. Kelompok Power (Kekuatan/Ledakan): Difokuskan untuk cabor angkat besi dan lari sprint 100 meter.
3. Kelompok Intermittent (Kekuatan & Jeda): Menjadi motor utama bagi cabor permainan dan kontak fisik seperti sepak bola, basket, serta rumpun bela diri.
4. Kelompok Konsentrasi & Presisi: Diperuntukkan bagi cabor panahan, menembak, hingga olahraga elektronik (esport).
“Hal-hal teknis berbasis data dan sains inilah yang perlu diperhatikan dan dipraktikkan oleh para pelatih di Jambi agar para atletnya benar-benar siap dan mampu meledak prestasinya di PON 2028 nanti,” pungkasnya.
Usai menerima teori di dalam ruangan, seluruh pelatih dan asisten pelatih langsung diarahkan ke lapangan terbuka untuk menjalani simulasi dan latihan praktik secara langsung. Jalannya praktik lapangan ini dipantau dan disaksikan secara langsung oleh Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, guna memastikan keseriusan seluruh peserta. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar