Resmi Beroperasi Penuh, SRT 1 Tanjab Timur Tampung 320 Siswa Marginal Berasrama
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Seluruh fasilitas mulai dari asrama, seragam, hingga perlengkapan sekolah ditanggung penuh negara. (Foto: Diskominfo)
Pemerataan akses terhadap fasilitas pendidikan berkualitas tinggi merupakan instrumen paling strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural di tingkat daerah. Kehadiran ruang belajar inklusif yang menyasar kelompok masyarakat marginal menjadi cerminan nyata dari komitmen pemerintah untuk menjamin hak-hak intelektual seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun letak geografis wilayah.
Komitmen pemenuhan hak dasar anak bangsa tersebut ditegaskan secara formal di wilayah pesisir Jambi. Gubernur Jambi, Al Haris, membuka secara resmi agenda Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT 1) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Kegiatan pembukaan ini dilaksanakan langsung di kompleks SRT 1 Tanjung Jabung Timur pada Kamis (30/7) dengan mengusung tema “Melangkah Bersama Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah Melalui Pendidikan Yang Merata”.
Hadir mendampingi Gubernur dalam momentum strategis tersebut, Anggota DPR RI Komisi VIII Hasan Basri Agus, Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja, Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra serta jajaran perwakilan dinas terkait.
Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi tertinggi atas beroperasinya SRT 1 yang didesain menjadi rumah kedua yang aman bagi anak-anak di Tanjabtim. Ia mengingatkan kepada seluruh peserta didik baru agar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan tekun belajar dan tidak lupa berterima kasih kepada jajaran pemerintah pusat.
“Sekolah Rakyat ini merupakan program langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Melalui program nasional ini, seluruh fasilitas sekolah dipenuhi dan diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya. Manfaatkan kesempatan berharga ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensi diri melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan,” ujar Al Haris.
Lonjakan Signifikan Jumlah Peserta Didik
Dalam sesi wawancara bersama awak media, Gubernur Al Haris mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya animo masyarakat lokal. Berdasarkan data rekam medis panitia penerimaan pascaseleksi ketat, jumlah siswa yang terserap di SRT 1 melonjak sangat tajam. Jika pada tahun lalu sekolah ini hanya menampung satu kelas dengan kapasitas 50 orang, pada tahun ajaran baru ini terdapat 270 siswa baru yang diterima, sehingga total keseluruhan siswa yang belajar kini mencapai 320 orang.
Terkait kelengkapan sarana fisik, Al Haris memberikan perhatian khusus pada kualitas bangunan yang dinilai sangat representatif. Selain ketersediaan ruang kelas yang layak, SRT 1 Tanjabtim juga telah dilengkapi dengan fasilitas asrama siswa, rumah dinas warga sekolah, serta berbagai fasilitas penunjang modern lainnya.
Mengingat sekolah ini menerapkan sistem berasrama, Gubernur secara khusus mengimbau kepada para orang tua siswa untuk bersikap ikhlas dan menahan diri agar tidak terlalu sering berkunjung di luar jadwal resmi yang ditetapkan. Hal tersebut krusial dilakukan guna menjaga stabilitas emosional anak agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Untuk urusan keamanan dan perlindungan anak selama tinggal di dalam asrama, pihak pengelola sekolah sudah menyiapkan mekanisme pengawasan ketat. Sudah diatur keberadaan wali asrama yang bertugas memantau kebutuhan anak secara berkala mulai dari waktu subuh hingga tidur malam. Bahkan, pihak sekolah berencana memasang jaringan CCTV di titik-titik strategis untuk memantau keseharian siswa,” urai Al Haris.
Kebutuhan Dasar Ditanggung Penuh oleh Negara
Dukungan senada dipaparkan oleh Anggota DPR RI Komisi VIII, Hasan Basri Agus. Ia menegaskan bahwa melalui Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, negara hadir secara utuh untuk menanggung seluruh biaya operasional dan kebutuhan personal siswa secara gratis.
“Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar pendidikan ditanggung penuh oleh negara. Mulai dari pembebasan biaya pendaftaran, SPP bulanan, seragam sekolah, buku panduan, alat tulis, hingga tas sekolah diberikan langsung secara cuma-cuma kepada para siswa,” kata Hasan Basri Agus.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas nama masyarakat dan pemerintah kabupaten kepada jajaran pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi yang telah menetapkan Tanjabtim sebagai lokasi pembangunan infrastruktur SRT 1. Pihaknya berkomitmen untuk bersinergi menjaga aset pendidikan tersebut demi mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) di wilayahnya.
Pasca-prosesi seremonial pembukaan MPLS diselesaikan, Gubernur Al Haris bersama rombongan delegasi langsung bergerak melakukan peninjauan fisik secara menyeluruh ke tiap sudut bangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanjung Jabung Timur guna memastikan kesiapan operasional kegiatan belajar mengajar. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar