Gandeng Densus 88 dan BNN, Pemprov Jambi Bentengi Ribuan Pelajar Bungo dari Paham Radikal
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- print Cetak

Di hadapan ribuan pelajar SMA/SMK/MA, Gubernur Al Haris menegaskan: "Kalau anak-anakku bisa jaga diri dari narkoba, judi online, dan paham radikal, 60% masa depan sudah ada di tangan! Sisanya 40% tinggal perjuangan dan doa." Mari utamakan pendidikan dan jauhi kegiatan negatif! (Foto: Diskominfo Prov. Jambi)
Perlindungan generasi muda dari ancaman kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, perundungan, hingga paparan paham radikal menjadi pilar strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing. Upaya preventif berskala masif terus diakselerasi oleh pemerintah daerah bersama jajaran aparat keamanan demi memastikan lingkungan pendidikan tetap aman, kondusif, dan berkarakter Pancasila.
Langkah konkret penguatan karakter remaja tersebut diwujudkan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), Perundungan, serta Bahaya Narkoba di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Bungo.
Kegiatan yang menyasar ribuan pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bungo tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di GOR Serunai, Muara Bungo, pada Rabu (5/8).
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bungo Dedy Putra, Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala BNNP Jambi, Brigjen Pol Asep Saepudin, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, unsur Forkopimda Bungo, jajaran pimpinan OPD, para kepala sekolah, guru, serta perwakilan organisasi masyarakat.
Dalam arahannya, Gubernur Jambi Al Haris menekankan bahwa populasipelajar jenjang menengah di Provinsi Jambi sangat besar dan sedang berada pada fase krusial pembentukan karakter. Oleh karena itu, penanaman benteng moral serta kesadaran hukum menjadi prioritas utama pemerintah.
“Penting sekali ditanamkan di hati anak-anakku sekalian bagaimana selayaknya seorang anak. Sekolah, belajar, dan bergaul dengan sesama, tetapi tidak menyalahi aturan. Tidak ada yang terlibat narkoba, tidak ada yang ikut judi online, serta tidak terlibat aksi geng motor,” tegas Al Haris.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris membeberkan dua persoalan utama yang ditangani secara serius oleh pemerintah daerah. Terkait fenomena judi online, Al Haris mengungkapkan bahwa Jambi sempat masuk dalam jajaran kawasan dengan catatan tinggi berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2024. Namun, melalui pengetatan pengawasan ASN hingga edukasi pelajar, angka tersebut berhasil ditekan secara signifikan.
Selain itu, Gubernur Jambi memaparkan ancaman paparan media elektronik yang menyeret pelajar pada konten negatif dan situs radikal. Ia mencontohkan kasus nyata seorang mahasiswa asal daerah yang terlibat aksi anarkis akibat salah memahami ajaran jihad.
“Jangan sampai anak-anak memiliki paham jihad yang salah. Ini bahaya sekali,” ujar Al Haris.
Terkait isu narkoba dan perundungan (bullying), Al Haris menyebutkan data nasional yang memprihatinkan, di mana mayoritas penghuni lembaga pemasyarakatan anak tersandung kasus narkotika. Sementara itu, data nasional mencatat sekitar 57 persen sekolah masih diwarnai kasus perundungan yang mengganggu psikologis siswa.
“Anak-anakku, kalau bisa menjaga diri dengan baik, tidak terlibat narkoba, tidak judi online, tidak radikal, anak-anak sudah punya masa depan 60 persen. Sisanya 40 persen tinggal perjuangan dan doa. Utamakan pendidikan, gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter,” pungkas Al Haris. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar