Strategi Baru KONI Jambi: Libatkan PetroChina dan Swasta Demi Dongkrak Prestasi PON 2028
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- print Cetak

Foto: KONI Jambi menggelar audiensi bersama PetroChina International Jabung Ltd di rumdis Sekda Provinsi Jambi, membahas dukungan pembinaan atlet menuju PON 2028. (Dok/Ist)
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menggelar audiensi bersama PetroChina International Jabung Ltd, Kamis malam (16/4) di rumah dinas Sekretaris Daerah Provinsi Jambi.
Pertemuan tersebut membahas sinergi dukungan dalam peningkatan prestasi atlet Jambi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028, sekaligus mencari solusi atas keterbatasan anggaran pembinaan olahraga di daerah.
Audiensi dipimpin langsung Ketua Umum KONI Jambi, Mat Sanusi, bersama jajaran pengurus. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penyantun KONI.
Dalam pertemuan tersebut, KONI Jambi memaparkan program pembinaan atlet, kebutuhan sarana latihan, hingga roadmap peningkatan prestasi cabang olahraga unggulan.
“Tahun 2026 ini kita tidak bisa melaksanakan Porprov karena defisit, daerah tidak sanggup mengirim atlet karena kekurangan anggaran. Makanya kami mencari ide dan solusi, ingin berdiskusi bersama, kira-kira ada tidak solusi yang bisa kita lakukan,” kata Mat Sanusi.
Ia menjelaskan, prestasi olahraga Jambi mengalami penurunan pada PON Aceh-Sumut 2024 dibandingkan PON Papua 2021.
“Untuk PON 2028 tidak lama lagi, efektifnya tinggal sekitar dua tahun. Kalau kendala ini tidak diatasi, prestasi bisa kembali menurun,” ujarnya.
Sebagai solusi, KONI Jambi mendorong skema “bapak angkat” bagi cabang olahraga potensial, dengan melibatkan pihak swasta untuk ikut berkontribusi dalam pembinaan atlet.
“Jadi kita berupaya agar cabor-cabor kita punya bapak angkat. Selain PetroChina, juga ada perusahaan lain yang bisa bersama-sama meningkatkan prestasi olahraga di Jambi,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Jambi, Sudirman, menyebut audiensi tersebut merupakan bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan prestasi olahraga di tengah keterbatasan anggaran.
“Ini gagasan KONI bersama dewan penyantun untuk meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Jambi,” kata Sudirman.
Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi tantangan utama dalam pembinaan atlet, sehingga dibutuhkan dukungan pihak ketiga,
khususnya sektor swasta.
“Oleh karena itu kita butuh kontribusi pihak ketiga, terutama perusahaan-perusahaan yang ada di Jambi,” ujarnya.
Sudirman juga mengungkapkan bahwa pembahasan tidak hanya melibatkan PetroChina, tetapi juga akan diperluas bersama SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya seperti Pertamina dan Jadestone.
“Ke depan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas peran SKK Migas dan KKKS dalam mendukung prestasi olahraga Jambi,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Jambi optimistis, sinergi dengan pihak swasta dapat menghasilkan kontribusi konkret dalam mendorong peningkatan prestasi atlet menuju PON 2028. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar