Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintah » Jempol Bisa Jadi Bumerang, Plt Kadis Kominfo Jambi John Eka Powa Ingatkan Bahaya Hoaks

Jempol Bisa Jadi Bumerang, Plt Kadis Kominfo Jambi John Eka Powa Ingatkan Bahaya Hoaks

  • account_circle Admin
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • print Cetak

Satu sentuhan jempol bisa membuat informasi menyebar ke mana-mana. Namun, tanpa verifikasi, apa yang dibagikan di media sosial justru bisa menjadi bumerang bagi penggunanya sendiri.

Pesan itu mengemuka dalam dialog literasi digital di TVRI Jambi, Selasa (27/10/2026), yang menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi John Eka Powa dan wartawan senior Mursyid Sonsang.

Dialog yang dipandu dosen Universitas Jambi, Dr. Mochammad Farisi, S.H., LL.M., tersebut membahas pentingnya membangun masyarakat yang cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi digital, terutama di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks di media sosial.

John Eka Powa, yang juga menjabat Asisten I Setda Provinsi Jambi, mengatakan kemudahan akses informasi melalui telepon pintar harus diimbangi dengan kesadaran untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.

“Ketika HP di tangan, dunia dalam genggaman. Tapi harus bijak dalam menggunakannya, jangan sampai menyebarkan hoaks. When you hold a smartphone, you hold the world in your hands. But be wise in using it — don’t spread hoaxes,” tegas John.

Ia juga mengingatkan slogan Kementerian Komunikasi dan Digital, yakni “Tahan Jempolmu”, sebagai ajakan agar masyarakat tidak terburu-buru menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.

Menurut John, Pemerintah Provinsi Jambi telah menjalankan berbagai kegiatan literasi digital untuk mendorong masyarakat lebih bijak bermedia sosial. Upaya tersebut termasuk program untuk mengatasi kesenjangan teknologi di 285 desa serta sosialisasi kampung digital.

Jangan Sampai Jempol Menjadi Bumerang

Dari sisi jurnalistik, Mursyid Sonsang menekankan bahwa kecakapan digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami etika, keamanan, dan budaya dalam ruang digital.

Mursyid, yang pernah menjabat Ketua PWI Provinsi Jambi periode 2007–2017, merupakan pendiri SMSI dan JMSI Pusat serta pemegang Press Card Number One (PCNO). Ia telah lebih dari 30 tahun berkecimpung di dunia jurnalistik dan terakhir menjabat Kepala Biro iNews TV Jambi.

Dalam dialog tersebut, ia menjelaskan empat pilar literasi digital yang menjadi acuan nasional, yakni Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture.

Salah satu hal yang disorotnya ialah etika ketika berkomentar, mengunggah, atau membagikan konten di media sosial.

“Jarimu adalah harimaumu. Maksudnya, apa yang kita ketik, apa yang kita posting, apa yang kita bagikan di medsos itu bisa menerkam balik diri kita sendiri. Satu jempol bisa membuat seseorang terjerat UU ITE,” ujar Mursyid.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar, apalagi langsung membagikannya tanpa memeriksa sumber dan kebenarannya.

“Jangan langsung percaya dan langsung share. Verifikasi dulu informasi itu, konfirmasi sumbernya. Tanyakan who, what, when, where-nya jelas tidak,” katanya.

Mursyid juga menyarankan masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksa fakta untuk memastikan kebenaran informasi. Ketika menemukan foto atau video yang meragukan, masyarakat perlu memeriksa konteks dan keasliannya, termasuk kemungkinan konten tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI.

“Jangan sampai kita jadi penyebar hoaks karena malas verifikasi,” tutupnya.

Dialog ini menjadi pengingat bahwa kecakapan digital tidak cukup hanya dengan mampu mengakses informasi. Masyarakat juga perlu berpikir kritis, menjaga etika, dan memastikan kebenaran sebelum menekan tombol bagikan. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less