Pengamat Laila Farhat: Bank Jambi Punya Peluang Besar Kuasai Pasar Daerah
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- print Cetak

Transformasi digital dan penguatan tata kelola dinilai menjadi kunci bagi Bank Jambi untuk menjadi regional champion di industri perbankan daerah. (Foto: Dok. Bank Jambi)
Bank Pembangunan Daerah (BPD) memegang mandat strategis yang tidak hanya berpatokan pada pencapaian laba komersial, melainkan juga bertindak sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi regional. Di tengah dinamika ekonomi nasional dan ketatnya kompetisi industri jasa keuangan, optimasi fungsi intermediasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan sektor riil di daerah.
Peran vital tersebut disoroti oleh Pengamat Perbankan, Laila Farhat. Ia menilai Bank Jambi memiliki posisi yang sangat strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi melalui ekspansi kredit yang berkualitas dan terukur kepada sektor-sektor produktif.
Menurut Laila Farhat, ukuran keberhasilan Bank Jambi tidak sekadar tercermin dari pertumbuhan aset, perolehan laba, maupun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Lebih jauh dari itu, tolok ukur utamanya terletak pada kemampuan BPD dalam mengalirkan pembiayaan ke sektor riil yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai BPD, Bank Jambi memiliki mandat yang berbeda dengan bank komersial pada umumnya. Selain menjaga kinerja keuangan yang sehat, Bank Jambi juga harus menjadi katalis pembangunan daerah melalui pembiayaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Laila Farhat.
Fokus Sektor Produktif dan Efisiensi Digital
Ia menjelaskan, guna memperkuat fungsi intermediasi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah, Bank Jambi perlu menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agribisnis, perkebunan, perdagangan, industri pengolahan, serta berbagai proyek infrastruktur produktif sebagai prioritas utama penyaluran kredit.
Di samping penyaluran pembiayaan, Laila Farhat menggarisbawahi pentingnya kelanjutan proses transformasi digital di tubuh Bank Jambi. Langkah modernisasi layanan digital dinilai menjadi modal krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan nasabah, serta memperkuat inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar akselerasi teknologi tetap diimbangi dengan penguatan manajemen risiko serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
“Digitalisasi harus berjalan seiring dengan penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik agar pertumbuhan bisnis tetap berkualitas,” tegasnya.
Peluang Menjadi Regional Champion
Sisi lain yang tidak kalah penting adalah penguatan struktur permodalan dan likuiditas. Laila Farhat mendorong Bank Jambi untuk terus memacu penghimpunan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).
Kecukupan dana murah akan memberikan ruang gerak yang lebih fleksibel bagi bank untuk menawarkan suku bunga kredit yang kompetitif di pasar tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Keseimbangan antara ekspansi kredit, pemeliharaan kualitas aset, kecukupan likuiditas, serta permodalan yang kokoh disebut sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis perbankan daerah.
“Ke depan, Bank Jambi memiliki peluang besar menjadi regional champion di industri perbankan daerah. Dengan fundamental yang kuat, strategi bisnis yang adaptif, serta sinergi yang erat dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, Bank Jambi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jambi sekaligus memperkuat inklusi keuangan di seluruh wilayah provinsi,” kata Laila Farhat.
Ia optimistis, konsistensi Bank Jambi dalam menjalankan fungsi intermediasi, transformasi digital, dan prinsip good corporate governance akan mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar