Kawal Harga Pangan, Polda Jambi Intensifkan Patroli Pasar Jelang Lebaran
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Kapolda Jambi saat menghadiri rapat Koordinasi dan Sinergitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. (Dok/Ist)
Pemerintah Provinsi Jambi menggelar rapat Koordinasi dan Sinergitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi Semester I Tahun 2026 di Ballroom Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (26/2).
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis selama bulan suci Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dan dihadiri sekitar 150 peserta, termasuk unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, serta jajaran pimpinan daerah se-Provinsi Jambi.
Kondisi Inflasi Jambi Awal 2026
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Jambi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,35 persen. Kabupaten Muaro Bungo mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 5,04 persen, sementara Kota Jambi menjadi yang terendah dengan 3,09 persen.
Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, tembakau, serta sektor transportasi menjadi faktor utama yang memengaruhi angka inflasi tersebut.
Sinergitas Stakeholder Jelang Ramadhan
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus meningkatkan sinergitas untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan pokok.
Sani mendorong pelaksanaan rapat rutin pengendalian inflasi di tingkat daerah serta pembentukan asosiasi distribusi guna membina tata niaga yang sehat.
“Penting bagi kita untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, terutama saat menghadapi momentum hari besar keagamaan,” ujar Abdullah Sani.
Komitmen Pengawasan dari Polda Jambi
Di sisi lain, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyatakan kesiapan kepolisian dalam mengawal stabilitas pangan.
Polda Jambi akan mengintensifkan monitoring di pasar tradisional untuk mencegah praktik penimbunan barang dan lonjakan harga yang tidak wajar.
“Polda Jambi siap bersinergi melakukan pengawasan distribusi bahan pokok dan memastikan kelancaran arus barang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Kami tidak ragu melakukan tindakan preventif hingga represif yang terukur jika ditemukan pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat,” tegas Kombes Pol Erlan Munaji. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar