Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Perkuat Pengawasan Penyiaran, Komisi I DPRD Jambi Pelajari Sistem Digital KPID DKI Jakarta

Perkuat Pengawasan Penyiaran, Komisi I DPRD Jambi Pelajari Sistem Digital KPID DKI Jakarta

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

Komisi I DPRD Provinsi Jambi melakukan kunjungan kerja strategis ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta pada Rabu (21/1/2026). Kunjungan ini fokus pada digitalisasi pengawasan penyiaran berbasis data dan metode pemantauan real-time.
​
Hadir dalam rombongan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata, Ketua Komisi I Hapis Hasbiallah, serta anggota komisi lainnya seperti Syamsul Ridwan, Pinto Jayanegara, Muhammad Nasir, Abun Yani, Raden Fauzi, Rucita Arfianisa, dan Umaima Kamila.
​
Transformasi Pengawasan: Dari Reaktif ke Berbasis Data
​
Dalam diskusi tersebut, Komisi I DPRD Jambi menyoroti keunggulan KPID DKI Jakarta dalam membangun sistem pendataan pelanggaran yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan setiap indikasi pelanggaran dicatat secara detail, mulai dari:
• ​Nama Program dan Jam Tayang.
• ​Menit kejadian spesifik.
• ​Kategori konten yang melanggar.
​
“Model pengawasan ini jauh lebih objektif karena didasarkan pada data konkret dan visual grafis, bukan sekadar persepsi,” kata Ketua Komisi, Hapis Hasbiallah.
​
Fokus pada Konten Positif dan Edukasi Publik
​
Selain menindak pelanggaran, KPID DKI juga memetakan konten positif. Hal ini bertujuan untuk mendorong lembaga penyiaran agar lebih banyak memproduksi program yang mengedukasi, memperkuat nilai kebangsaan, dan melayani kepentingan publik.
​
Metodologi “Indikasi Terlebih Dahulu” juga menjadi poin penting. Sebelum sanksi dijatuhkan, tim melakukan:
• ​Peninjauan rekaman secara mendalam.
• ​Penyusunan Berita Acara Analisis Isi Siaran.
• ​Mekanisme pleno komisioner untuk menjaga akurasi penindakan.
​
Rencana Replikasi Sistem di Provinsi Jambi
​
Komisi I DPRD Provinsi Jambi berkomitmen untuk mereplikasi sejumlah praktik terbaik ini guna meningkatkan kualitas siaran di daerah Jambi. Beberapa poin rekomendasi yang akan dibawa pulang antara lain:
• ​Penguatan basis data pelanggaran penyiaran.
• ​Laporan pola pelanggaran berkala untuk evaluasi media.
• ​Edukasi publik intensif terkait perlindungan anak dan etika penyiaran.
​
“Hasil kunjungan ini akan menjadi referensi utama bagi kami untuk memastikan ruang publik di Jambi diisi oleh konten yang sehat, edukatif, dan berimbang,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less