PVMBG Catat Peningkatan Aktivitas Gunung Kerinci, Pendakian Dihentikan Sementara
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- print Cetak

Aktivitas Gunung Api Kerinci mengalami peningkatan berdasarkan laporan MAGMA-VAR Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan Minggu, 4 Januari 2026, pukul 00.00 hingga 24.00 WIB. Meski terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, gunung tertinggi di Pulau Sumatera tersebut masih berstatus Level II (Waspada).
Berdasarkan hasil pengamatan visual, Gunung Kerinci terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih terlihat keluar dengan tekanan lemah dan intensitas tipis, dengan tinggi kolom sekitar 100 meter di atas puncak kawah. Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut. Suhu udara berkisar antara 15 hingga 25 derajat Celsius, sementara kelembapan udara berada pada kisaran 54 hingga 91 persen.
Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat peningkatan aktivitas seismik yang cukup signifikan. Selama periode pengamatan, terekam ratusan kejadian gempa, yang didominasi oleh 143 kejadian gempa vulkanik dangkal. Selain itu, juga tercatat gempa hembusan, gempa low frekuensi, gempa hybrid, gempa vulkanik dalam, gempa tektonik lokal, gempa tektonik jauh, serta satu kejadian gempa terasa dengan intensitas II MMI.
Penyusun laporan Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci, Riezqo Denawa Soprach, menyebutkan bahwa rekaman data seismik baik analog maupun digital menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan, meski masih disertai noise pada peralatan pencatat.
Seiring dengan kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Kerinci, yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Aktivitas pendakian menuju puncak, terutama ke arah kawah, untuk sementara waktu tidak diperbolehkan.
PVMBG juga mengimbau jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci untuk menghindari kawasan tersebut, mengingat potensi erupsi abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak geologi Gunung Api Kerinci, calon pendaki diminta mematuhi seluruh imbauan resmi, termasuk larangan memasuki zona merah dan hanya diperbolehkan mencapai Shelter I, sambil menunggu perkembangan kondisi terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci.
Sementara itu, Kepala Resort Gunung Kerinci, Eko Supriyatno, mengingatkan para pendaki yang sudah berada di jalur pendakian agar tidak mendekati kawah dan disarankan menggunakan porter berpengalaman demi menjaga keselamatan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar