Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Cegah Penyakit Menular, 162 Warga Binaan Baru Lapas Jambi Jalani Pemeriksaan VCT Mobile

Cegah Penyakit Menular, 162 Warga Binaan Baru Lapas Jambi Jalani Pemeriksaan VCT Mobile

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • print Cetak

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi terus memperkuat komitmennya dalam memberikan jaminan hak kesehatan bagi warga binaan.

Pada Kamis (12/2/2026), sebanyak 162 warga binaan (WB) baru mengikuti pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile guna mendeteksi dini risiko penularan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Jambi ini difokuskan kepada para penghuni baru yang masih berstatus titipan.

Langkah ini menjadi prosedur tetap (screening awal) untuk memetakan kondisi kesehatan warga binaan sekaligus memutus rantai potensi penyebaran penyakit menular di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Hasil Pemeriksaan: Seluruhnya Negatif

Dokter Lapas Kelas IIA Jambi, dr. Armansyah Siregar, mengungkapkan bahwa dari total 162 orang yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan negatif dari virus HIV maupun penyakit menular seksual lainnya.

“Alhamdulillah, dari screening awal terhadap warga binaan baru ini, hasilnya negatif semua. Proses pemeriksaan berlangsung tertib dan para warga binaan sangat kooperatif saat mengikuti arahan tenaga medis,” ujar dr. Armansyah.

Edukasi Pola Hidup Bersih di Balik Jeruji

Tidak hanya sekadar pengambilan sampel darah, tim medis klinik Lapas juga memberikan edukasi komprehensif mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Edukasi ini dinilai krusial untuk membangun kesadaran kolektif warga binaan agar lebih peduli terhadap kebersihan diri dan kebersihan lingkungan blok hunian.

“Layanan kesehatan adalah hak dasar yang wajib kami penuhi secara berkelanjutan. Melalui program rutin ini, kami ingin membangun kesadaran mereka bahwa hidup sehat itu penting, meski sedang menjalani masa pembinaan,” tambahnya.

Sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi

Sebagai langkah antisipasi, dr. Armansyah menjelaskan bahwa pihak Lapas telah menjalin sinergi kuat dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi melalui Puskesmas Rawasari. Jika ditemukan hasil reaktif atau positif di masa mendatang, prosedur penanganan medis lanjutan akan langsung dikoordinasikan secara cepat.

Upaya preventif melalui VCT Mobile ini menegaskan bahwa Lapas Kelas IIA Jambi tidak hanya fokus pada pembinaan hukum, tetapi juga sangat memperhatikan perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak atas pelayanan medis yang layak dan inklusif. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less