Karantina Jambi Perketat Pengawasan Daging Ayam Masuk dan Keluar Daerah
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Petugas Karantina Jambi saat melakukan pengecekan sampel daging ayam guna memastikan kualitas produk sesuai standar kesehatan hewan. (Dok/Ist)
Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi (Karantina Jambi) terus memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan asal hewan, khususnya daging ayam.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan kelayakan produk yang beredar serta dilalulintaskan di wilayah Provinsi Jambi.
Pengawasan intensif dilakukan melalui verifikasi sertifikat veteriner, pemeriksaan fisik, hingga uji laboratorium mikrobiologi.
Petugas juga memastikan penerapan rantai dingin (cold chain) selama pengiriman guna mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Cegah Penyakit Foodborne Disease
Kepala Karantina Jambi, Sudiwan, menegaskan bahwa setiap produk daging ayam yang masuk maupun keluar Jambi wajib memenuhi persyaratan karantina sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019.
Hal ini penting untuk memastikan produk bebas dari penyakit yang ditularkan melalui makanan.
“Kami memastikan setiap daging ayam telah memenuhi persyaratan dan aman dikonsumsi, serta bebas dari foodborne disease. Jika ditemukan pelanggaran dokumen atau teknis, kami berwenang melakukan penahanan hingga pemusnahan,” ujar Sudiwan, Jumat (27/2).
Data Lalu Lintas Daging Ayam
Berdasarkan data operasional, pada tahun 2025 Karantina Jambi telah melakukan sertifikasi domestik keluar sebanyak 111 kali dengan volume 2.347,9 kilogram.
Tren ini berlanjut pada awal tahun 2026, di mana telah dilakukan sertifikasi sebanyak 21 kali dengan volume mencapai 1.857 kilogram, dengan tujuan utama pengiriman ke Kota Batam.
Hasil monitoring melalui uji mikrobiologi menunjukkan hasil yang positif. Total mikroba pada sampel daging ayam dinyatakan masih sesuai dengan standar SNI Nomor 7388 Tahun 2009.
Edukasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain pengawasan di pintu masuk dan keluar, Karantina Jambi aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada pelaku usaha.
Sosialisasi mengenai kepatuhan regulasi terus digalakkan agar kualitas produk unggas Jambi tetap kompetitif dan terjaga.
“Dengan pengawasan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, kami berharap keamanan pangan di Jambi tetap terjaga serta memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat,” pungkas Sudiwan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar