Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintah » Tembus Pasar Asia Selatan, PT Alko Sumatra Kopi Siap Pasok 190 Ton Kopi Kerinci ke Pakistan

Tembus Pasar Asia Selatan, PT Alko Sumatra Kopi Siap Pasok 190 Ton Kopi Kerinci ke Pakistan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • print Cetak

Akselerasi penetrasi komoditas perkebunan lokal ke pasar internasional terus menunjukkan tren yang sangat positif. Keunggulan cita rasa komoditas unggulan daerah kini kian kokoh diakui secara global melalui perluasan jaringan kemitraan dagang lintas negara yang dinilai efektif meningkatkan kesejahteraan para petani di tingkat akar rumput.

Upaya memperluas pasar ekspor kopi Jambi kembali menorehkan hasil nyata. PT Alko Sumatra Kopi secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) perdagangan dengan pengusaha asal Pakistan pada Sabtu (18/7) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Dalam agenda penandatanganan kesepakatan dagang tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, hadir secara langsung bertindak memberikan mandat mewakili Gubernur Jambi, Al Haris.

Peristiwa ekonomi penting ini turut disaksikan oleh figur otoritas diplomatik tertinggi Pakistan untuk Indonesia, yakni Duta Besar Pakistan Zahid Hafeez, serta pengusaha asal Pakistan, Mr. Ameer. Selain itu, hadir pula jajaran CEO dan Manajer PT Alko Sumatra Kopi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi yang diwakili Kabid Misriadi, trainer kopi Daroe, perwakilan Aplikasi Q Think Refo dan Asep, pengurus DPD Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (ASKI) Jambi, jajaran DEKOPI Perwakilan Jambi, Staf Ahli Bupati Kerinci Bidang Ekonomi dan Pembangunan, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Gunung Tujuh, Kapolsek Gunung Tujuh, Kepala Desa Sungai Tanduk, serta Ketua Mukhlis HT beserta seluruh anggota Koperasi ALKO.

Usai mengikuti rangkaian acara, Kadis Diskominfo Jambi, Ariansyah, secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan PT Alko Sumatra Kopi dalam membuka keran ekspor baru ke kawasan Asia Selatan tersebut. Menurutnya, pencapaian ini menegaskan status keunggulan komoditas lokal di kancah global.

“Kita sangat mengapresiasi ternyata komoditas kopi Jambi ini sudah sangat mendunia. Beberapa waktu yang lalu sudah direalisasikan juga kerja sama penandatanganan MoU dengan negara Jepang serta China, dan saat ini meluas dengan Pakistan. Keberhasilan pasar ekspor kopi Jambi ini jelas memberikan nilai tambah yang besar bagi daerah Kerinci, sekaligus mendongkrak pendapatan bagi para petani,” ungkap Ariansyah.

Ariansyah mengimbuhkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi menaruh rasa hormat yang tinggi kepada kelompok tani lokal serta manajemen PT Alko Sumatra Kopi. Mereka dinilai sukses membangun ekosistem usaha yang tangguh, berkembang secara mandiri, dan konsisten menjaga mutu produk hingga memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor.

“Pemerintah Provinsi Jambi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani dan PT Alko Sumatra Kopi yang secara mandiri terus membuktikan kapasitasnya untuk bertumbuh dan berkembang,” terangnya.

Sinyal Positif Pasar Baru di Asia Selatan

Di pihak pelaku usaha, CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, memaparkan bahwa kunjungan kerja resmi dari Duta Besar Pakistan merupakan wujud konkrit dari dukungan diplomatik terhadap penguatan volume perdagangan komoditas kopi antara Indonesia, khususnya Jambi, dengan Pakistan. Kehadiran Dubes Zahid Hafeez di wilayah produksi menjadi sinyal kuat terbukanya ceruk pasar baru yang potensial.

“Kedatangan Bapak Dubes Pakistan, Mr. Zahid Hafeez, bertujuan untuk menyaksikan secara langsung proses di hulu sekaligus memberikan dukungan penuh bahwa pasar kopi Jambi kini telah terbuka lebar hingga ke Pakistan,” jelas Suryono.

PT Alko Sumatra Kopi mematok target tinggi agar implementasi dari kerja sama perdagangan dengan mitra di Pakistan ini dapat segera terealisasi penuh pada tahun berjalan 2026 dengan proyeksi nilai transaksi yang cukup fantastis.

“Estimasi awal untuk target tahun 2026, kami akan membangun volume perdagangan senilai 1 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan kurang lebih Rp18 miliar, dengan target pasokan volume komoditas mencapai sekitar 190 ton,” papar Suryono merinci target korporasi.

​Melalui kemitraan strategis internasional ini, posisi kopi Kerinci diharapkan semakin kokoh sebagai salah satu komoditas andalan ekspor unggulan Provinsi Jambi. Di sisi lain, perluasan akses pasar internasional ini diproyeksikan mampu memotong mata rantai tengkulak sehingga langsung berdampak positif pada perbaikan taraf ekonomi para petani kopi di daerah. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less