Breaking News
light_mode
Beranda » Ragam » Gelar Media Gathering, Siloam Hospitals Jambi Edukasi Insan Pers Soal Kesehatan Tulang Belakang

Gelar Media Gathering, Siloam Hospitals Jambi Edukasi Insan Pers Soal Kesehatan Tulang Belakang

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • print Cetak

Perubahan pola hidup masyarakat perkotaan yang semakin didominasi oleh aktivitas menetap di depan layar komputer dan gawai memicu lonjakan keluhan penyakit degeneratif dan struktural. Edukasi publik secara masif melalui kemitraan bersama media massa dinilai menjadi langkah preventif paling efektif untuk menekan angka disabilitas akibat keluhan fisik sehari-hari.

Langkah strategis kedokteran pencegahan tersebut digulirkan secara nyata di tingkat regional. Siloam Hospitals Jambi menggelar kegiatan edukasi kesehatan bersama insan pers Provinsi Jambi dengan mengangkat tema utama “Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang Belakang di Era Modern”. Acara ini dipusatkan di Foresthree Taman Remaja, Jalan H. Agus Salim, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung pada Sabtu (25/7).

Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian Media Gathering ini bertujuan utama untuk meningkatkan pemahaman kolektif masyarakat mengenai pentingnya merawat struktur penopang tubuh. Forum edukasi ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Husnul Verdian dan Jonathan Alvin Nugraha Halim, yang secara bergantian memaparkan materi seputar pencegahan serta penanganan medis yang tepat.

Sebelum memasuki sesi pemaparan materi inti, manajemen Siloam Hospitals Jambi terlebih dahulu memaparkan profil dan perkembangan fasilitas serta unit penanganan klinis rumah sakit yang diwakili oleh Indah. Ia menjelaskan bahwa Siloam Hospitals Jambi merupakan institusi rumah sakit umum swasta tipe C yang secara konsisten terus memperkuat kualitas dan keandalan pelayanan kesehatan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Saat ini unit operasional Siloam Hospitals Jambi didukung penuh oleh 46 dokter spesialis, 93 perawat, 9 bidan, 18 tenaga analis laboratorium, serta ditopang oleh tenaga kesehatan profesional lainnya yang siap memberikan pelayanan medis terbaik kepada masyarakat luas,” urai Indah dalam presentasinya.

Ia menambahkan, pusat layanan kesehatan ini juga menyediakan fasilitas gawat darurat (UGD) yang siaga penuh selama 24 jam. Unit tersebut didukung langsung oleh pusat layanan spesialis, rawat jalan, serta fasilitas diagnostik modern terintegrasi untuk menghasilkan pemeriksaan laboratorium dan radiologi yang cepat serta akurat.

Ancaman Disabilitas Global dan Efek Duduk Terlalu Lama

Dalam sesi utama, pakar ortopedi dr. Husnul Verdian menegaskan bahwa tulang belakang merupakan struktur anatomi tubuh yang memiliki peran vital sebagai penopang beban utama. Organ ini hampir tidak pernah berhenti bekerja atau beristirahat sepanjang aktivitas fisik manusia berlangsung.

“Tulang belakang adalah struktur yang terus bekerja keras setiap saat. Berdasarkan data global tahun 2020, kasus nyeri punggung bawah telah resmi menjadi penyebab disabilitas nomor satu di dunia dengan jumlah penderita mencapai sekitar 619 juta orang. Angka morbiditas ini diperkirakan akan melonjak tajam menjadi 843 juta orang pada tahun 2050 apabila masyarakat tidak segera melakukan upaya pencegahan sejak dini,” jelas Husnul Verdian.

Menurut analisisnya, pergeseran kebiasaan hidup masyarakat modern yang menghabiskan durasi berjam-jam di depan perangkat digital menjadi pemicu utama meningkatnya keluhan nyeri punggung. Oleh karena itu, ia mengimbau publik untuk mulai menerapkan pola hidup aktif dengan membatasi durasi duduk diam serta rutin melakukan peregangan.

“Jangan menunggu sampai rasa sakit atau nyeri hebat muncul baru kita mulai peduli pada kesehatan tulang belakang. Tetaplah aktif bergerak, perkuat otot inti dengan olahraga yang terukur, cukupi waktu istirahat, dan biasakan berdiri atau berjalan ringan setiap 30 hingga 60 menit apabila pekerjaan Anda menuntut posisi duduk yang lama,” pesannya.

Penanganan Komprehensif Tanpa Harus Operasi

Lebih lanjut, Husnul Verdian meluruskan salah kaprah yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak semua keluhan nyeri pinggang harus diselesaikan melalui tindakan pembedahan atau operasi besar. Penanganan medis akan selalu disesuaikan dengan diagnosis penyebab yang mendasarinya. Dalam banyak kasus klinis, intervensi terapi konservatif seperti fisioterapi terbukti sangat efektif mengembalikan fungsi gerak tubuh.

“Jangan langsung menghakimi atau menganggap semua gejala sakit pinggang sebagai saraf terjepit. Langkah yang paling krusial adalah mendeteksi dan mengetahui penyebab pastinya terlebih dahulu melalui rangkaian pemeriksaan penunjang yang tepat, sehingga penanganannya juga bisa presisi,” tegasnya.

Selain mengupas tuntas persoalan ortopedi, forum edukasi ini juga menyajikan materi suplemen penting mengenai gejala klinis darurat pada saluran pencernaan yang dibawakan oleh dr. Jonathan Alvin Nugraha Halim. Dalam sesinya, ia memaparkan topik bertajuk “Nyeri perut datang berulang? Jangan anggap masuk angin”. Materi ini ditujukan untuk membuka wawasan jurnalis dan masyarakat agar tidak meremehkan gejala nyeri abdomen kronis yang berpotensi menjadi indikasi penyakit dalam yang lebih serius.

Melalui pelaksanaan agenda edukasi interaktif ini, manajemen Siloam Hospitals Jambi berharap masyarakat Jambi dapat lebih peduli terhadap kesehatan muskuloskeletal sejak usia produktif sebagai investasi masa tua. Deteksi dini secara klinis dan konsultasi aktif bersama tenaga medis profesional diharapkan dapat menjadi budaya baru demi mempertahankan kualitas hidup yang prima di tengah dinamika zaman. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less