Perjuangan Melawan Bara Gambut: Kolaborasi Pemprov Jambi dan TNI di Londerang
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026
- print Cetak

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin meninjau penanganan karhutla lahan gambut di Teluk Dawan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin (31/8/2026). (Foto: Dok. Diskominfo Prov. Jambi)
Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama Panglima Kodam (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) Mayjen TNI Arief Gajah Mada turun langsung memimpin proses pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Teluk Dawan dan Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Senin (31/8).
Turut mendampingi dalam operasi lapangan tersebut Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, Karo Ops Polda Jambi, serta Bupati dan Wakil Bupati Tanjabtim.
Berdasarkan estimasi lapangan, karhutla di kawasan tersebut telah membakar sekitar 86 hektare lahan gambut yang tersebar di wilayah Teluk Dawan, Londerang, hingga Manis Mato. Meski titik api aktif (hotspot) permukaan berhasil dipadamkan, kepulan asap tebal masih keluar dari celah gambut.
Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa karakter lahan gambut membutuhkan penanganan khusus karena bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah meski bagian atas terlihat basah.
“Lahan gambut ini tidak bisa sekali disiram langsung padam. Api menyusup ke bawah dan terus menjalar. Begitu permukaan kering, api bisa muncul kembali. Sebab itu, tim difokuskan melakukan pendinginan intensif untuk mematikan bara di dalam tanah,” ujar Al Haris di lokasi kejadian.
Untuk menyokong pasokan air pemadaman yang melimpah, tim gabungan yang terdiri dari Satgas Karhutla TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, serta konsorsium PT WKS membangun intake air darurat yang memanfaatkan aliran Sungai Batanghari.
Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada dan Gubernur Al Haris memberikan apresiasi atas soliditas seluruh personel lintas lembaga yang berjuang di tengah cuaca ekstrem demi mencegah meluasnya sebaran asap. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar