Gubernur Al Haris Buka PKKMB Poltekkes Kemenkes Jambi, Tegaskan Lulusan Kesehatan Bebas Pengangguran
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- print Cetak

Suasana pembukaan PKKMB Poltekkes Kemenkes Jambi TA 2026/2027 di Kampus Buluran Kenali yang diikuti oleh total 3.046 peserta reguler dan RPL, Selasa (21/7/2026) pagi. (Foto: Diskominfo Provinsi Jambi)
Peningkatan mutu sumber daya manusia di sektor medis memegang peranan krusial di tengah melonjaknya pertumbuhan penduduk dan kompleksnya tantangan penyakit menular di daerah. Sinergi lembaga pendidikan tinggi kesehatan dengan program promotif-preventif pemerintah menjadi kunci utama guna melahirkan jajaran tenaga kesehatan yang kompeten secara teknis sekaligus memiliki jiwa pengabdian tinggi.
Langkah strategis tersebut digaungkan saat Gubernur Jambi, Al Haris, membuka secara resmi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Poltekkes Kemenkes Jambi Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi pembukaan dipusatkan di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jambi, Jalan Dr. Tazar, Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi pada Selasa (21/7) pagi.
Dalam arahannya di podium, Gubernur Al Haris memberikan pesan mendalam agar para mahasiswa baru belajar dengan penuh kesungguhan. Pasalnya, peran nyata mereka di masa depan akan sangat menentukan hitam-putihnya derajat kesehatan masyarakat luas.
Gubernur Al Haris turut mengingatkan bahwa persaingan untuk dapat menembus bangku perkuliahan di kampus ini tergolong sangat ketat. Berdasarkan rekam data, dari total sekitar 8.000 pendaftar yang masuk, kuota formasi yang tersedia hanya mampu menampung 1.500 mahasiswa.
“Anak-anakku sekalian, atas izin Allah kalian semua terpilih di sini. Wajib bersyukur kepada Allah karena peminat yang ingin berkuliah di sini luar biasa banyak, namun formasi yang disiapkan memang terbatas,” tutur Al Haris.
Orang nomor satu di Provinsi Jambi ini juga menitikberatkan pentingnya komitmen belajar keras serta penguasaan kompetensi internasional. Hal itu diperlukan agar lulusan asal Jambi mampu menjawab kebutuhan layanan medis yang tinggi, baik di tingkat domestik maupun di pasar kerja internasional.
Peluang Kerja Luas di Dalam dan Luar Negeri
Gubernur Jambi menegaskan bahwa para lulusan Poltekkes Kemenkes memiliki bentang peluang kerja yang sangat terbuka lebar di berbagai fasilitas kesehatan.
“Yakinlah dan tanamkan optimisme bahwa tidak ada istilah pengangguran bagi para lulusan Poltekkes. Kebutuhan di dalam negeri hingga luar negeri sangat tinggi, terutama untuk formasi tenaga perawat serta rumpun tenaga kesehatan lainnya,” kata Al Haris.
Di samping sektor keperawatan, Gubernur menaruh perhatian khusus pada jalannya program studi promosi kesehatan (Promkes). Ia menekankan bahwa intervensi promotif dan preventif harus berada di garda terdepan guna menekan penyebaran penyakit menular menahun, seperti kusta dan tuberkulosis (TBC), yang hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah di Jambi.
Merujuk pada data sebaran dinas, saat ini tercatat ada 203 kasus kusta di Provinsi Jambi, di mana 60 kasus di antaranya merupakan temuan kasus baru sepanjang tahun 2026. Sementara untuk penanganan TBC, jajaran pemerintah daerah baru berhasil melacak dan mendeteksi sekitar 5.000 pasien dari target akumulasi yang seharusnya jauh lebih tinggi.
“Oleh sebab itu, tugas dan tanggung jawab kalian sebagai mahasiswa Promosi Kesehatan bernilai sangat strategis. Karena prinsipnya, mencegah itu jauh lebih baik dan lebih mulia daripada mengobati,” sebutnya.
Al Haris meminta agar manajemen kampus menempatkan mahasiswa Promkes yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke berbagai wilayah pelosok, termasuk kawasan tertinggal. Langkah ini dimaksudkan agar mahasiswa kaya akan pengalaman lapangan sekurangnya dalam membantu mendongkrak status kesehatan masyarakat desa.
Penguatan SDM Hadapi Kasus Kusta dan TBC
Pada sesi wawancara dengan awak media, Al Haris kembali menekankan pentingnya eskalasi mutu SDM kesehatan serta akselerasi perubahan perilaku hidup sehat masyarakat demi memutus rantai penularan penyakit endemik lokal.
“Kita harus ketahui bersama bahwa lonjakan jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan menjadi tantangan terbesar ke depan. Untuk itu, kami meminta agar mutu SDM lulusan terus dipacu naik, tidak hanya unggul dari sisi kemampuan teknis medis semata, melainkan juga pada aspek semangat pengabdiannya,” ungkap Al Haris.
Gubernur juga secara terbuka mengakui daerah masih menghadapi tantangan luar biasa di sektor makro ini. “Kita masih punya PR besar terkait sejumlah penyakit menular seperti kusta dan TBC yang masih eksis di wilayah Provinsi Jambi. Aspek ini memerlukan pengawasan ketat dan kerja keras kita bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi, Rusmimpong, menjabarkan dalam laporannya bahwa rangkaian pelaksanaan PKKMB tahun ini dijadwalkan berlangsung mulai hari ini hingga tanggal 23 Juli 2026 mendatang.
“Agenda PKKMB secara keseluruhan diikuti oleh 3.046 peserta. Jumlah tersebut terbagi atas 1.546 mahasiswa baru dari jalur reguler, serta 1.496 peserta yang menempuh jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL,” terang Rusmimpong.
Rusmimpong turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil bergabung. Ia berpesan agar segenap mahasiswa menghargai perjuangan berat yang telah dilalui untuk sampai di titik ini.
“Kami berharap pengurus BEM mampu membimbing adik-adik mahasiswa baru dengan mengedepankan keteladanan yang positif. Dorong mereka untuk berani bermimpi besar dan melangkah pasti agar tumbuh menjadi generasi muda yang membawa manfaat serta kebanggaan bagi orang tua dan institusi kampus,” harap Rusmimpong. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar