Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Komitmen Direksi dan Komisaris Bank Jambi dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Komitmen Direksi dan Komisaris Bank Jambi dalam Menjaga Kepercayaan Publik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • print Cetak

Pengamat perbankan sekaligus dosen STIE Jambi, Laila Farhat, S.E., M.M., menilai komitmen Direksi Bank Jambi dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurut Laila, penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas juga berperan dalam menjaga keberlanjutan bisnis perbankan daerah di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.

Ia menjelaskan, transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip mendasar dalam pengelolaan lembaga perbankan. Kedua prinsip tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyajian laporan keuangan, tetapi juga mencakup proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban manajemen kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan.

“Dalam industri perbankan, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Setiap keputusan bisnis harus memiliki dasar yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Laila.

Tata Kelola Bank Jambi Perlu Diperkuat

Laila mengatakan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis perusahaan dan kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat.

Menurutnya, komitmen Direksi Bank Jambi dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas perlu diwujudkan melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

Penerapan GCG mencakup keterbukaan informasi, kejelasan pembagian tanggung jawab, kepatuhan terhadap regulasi, pengendalian internal yang efektif, serta pelaksanaan pengawasan secara konsisten.

“Bank yang dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik akan memiliki landasan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan industri. Transparansi membantu memastikan informasi disampaikan secara layak, sedangkan akuntabilitas memastikan setiap kewenangan dan keputusan memiliki pertanggungjawaban yang jelas,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang transparan juga dapat membantu meminimalkan potensi penyimpangan, meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya, serta memastikan kebijakan perusahaan dilaksanakan secara terukur.

Dalam industri perbankan, upaya tersebut harus berjalan seiring dengan penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator.

Transformasi Digital Harus Diikuti Penguatan Pengawasan

Laila menilai, penguatan tata kelola semakin relevan seiring perkembangan industri perbankan yang kompetitif dan terdigitalisasi.

Menurutnya, bank tidak cukup hanya menyediakan layanan yang cepat dan mudah. Perusahaan juga harus memastikan keamanan transaksi, ketepatan pencatatan keuangan, serta keandalan sistem pengawasan internal.

“Transformasi perbankan tidak cukup hanya melalui pembaruan teknologi dan layanan. Sistem pengendalian internal, kualitas pelaporan, serta integritas dalam pengelolaan keuangan juga harus terus diperkuat. Dengan begitu, perkembangan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia berpandangan, penguatan sistem pengawasan dan pengendalian internal merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.

Dengan tata kelola yang konsisten, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis sekaligus memperkuat daya tahan dalam menghadapi risiko industri.

Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Bank Jambi

Lebih lanjut, Laila menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi Bank Jambi dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan, mulai dari menghimpun dana masyarakat hingga menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif.

Kepercayaan tersebut perlu dijaga melalui kinerja yang terukur, keterbukaan informasi sesuai ketentuan, serta konsistensi manajemen dalam menjalankan prinsip tata kelola perusahaan.

Menurutnya, komitmen Direksi juga harus mendapat dukungan seluruh jajaran organisasi, mulai dari tingkat manajemen hingga unit operasional.

Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas tidak hanya menjadi kebijakan formal, tetapi juga diterapkan sebagai standar dalam setiap aktivitas perusahaan.

“Komitmen pimpinan merupakan titik awal yang penting, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di seluruh lini organisasi. Budaya kerja yang berintegritas akan membantu membangun sistem pengelolaan yang lebih tertib, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Laila berharap, penguatan tata kelola keuangan Bank Jambi dapat terus dilakukan secara berkesinambungan, sejalan dengan ketentuan regulator dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang aman serta terpercaya.

Ia menilai, penerapan transparansi, akuntabilitas, dan prinsip kehati-hatian secara konsisten akan membantu Bank Jambi menjaga kesehatan usaha, meningkatkan daya saing, serta memperluas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi Provinsi Jambi.

“Pada akhirnya, tata kelola yang baik bukan hanya untuk menjaga reputasi perusahaan, melainkan juga memastikan bank mampu menjalankan fungsinya secara profesional, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi daerah,” tutupnya. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less