Al Haris Bidik Inklusi Keuangan Jambi Tembus 93 Persen, Generasi Muda Jadi Andalan
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Gubernur Jambi Al Haris mendorong percepatan inklusi keuangan melalui kolaborasi pemerintah, industri jasa keuangan, dan generasi muda. Foto: Diskominfo Jambi
Gubernur Jambi Al Haris mendorong percepatan peningkatan inklusi keuangan di Provinsi Jambi agar mencapai target nasional sebesar 93 persen pada 2027, tanpa harus menunggu hingga 2029.
Dorongan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Jambi Financial Fest 2026 dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa (27/10/2026) malam.
Kegiatan bertema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” itu diikuti sekitar 1.000 peserta, mulai dari siswa Sekolah Rakyat, pelajar SMA/SMK hingga mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.
Al Haris mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tingkat inklusi keuangan Jambi masih berada di kisaran 92 persen, sedikit di bawah capaian nasional sebesar 93,61 persen.
“Jambi masih tertinggal sekitar satu persen dibandingkan target nasional. Kita masih punya waktu sampai 2029, tetapi kalau bisa jangan menunggu sampai 2029. Tahun depan, kalau bisa, sudah mencapai 93 persen sesuai target nasional, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Al Haris.
Generasi Muda Didorong Jadi Penggerak
Menurut Al Haris, peningkatan inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan perbankan dan berbagai produk keuangan. Masyarakat juga perlu memahami manfaat, keamanan, serta kemudahan dalam menggunakan layanan keuangan formal.
Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam Jambi Financial Fest 2026. Generasi muda dinilai memiliki potensi untuk menjadi penggerak literasi dan inklusi keuangan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Saya senang ketika anak-anak sekolah dan mahasiswa dilibatkan. Mereka bisa menjadi pionir untuk menggerakkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan generasi muda, kita berharap target nasional dapat dicapai lebih cepat,” ujarnya.
Al Haris juga meminta pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, industri jasa keuangan, serta dunia pendidikan memperkuat kolaborasi untuk memperluas akses layanan keuangan.
Ia berharap program Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan melalui edukasi berkelanjutan dan perluasan layanan hingga ke berbagai wilayah di Provinsi Jambi.
Upaya tersebut, kata dia, juga berkaitan dengan agenda pembangunan ekonomi daerah. Al Haris menyebut pertumbuhan ekonomi Jambi saat ini berada di kisaran 4,9 persen dan diharapkan meningkat hingga 5 persen.
Literasi Keuangan Jambi Lampaui Nasional
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menyampaikan bahwa indeks literasi keuangan Jambi telah mencapai 72,24 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 69,57 persen.
Namun, tingkat inklusi keuangan Jambi masih berada di kisaran 92 persen, sedangkan angka nasional tercatat sebesar 93,61 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya lanjutan agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses produk dan layanan keuangan formal.
“Alhamdulillah, indeks literasi keuangan Provinsi Jambi sudah berada di atas nasional, yakni 72,24 persen. Namun, untuk inklusi keuangan, kita masih harus bekerja lebih keras karena masih berada di kisaran 92 persen. Ini membutuhkan dukungan seluruh pihak agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan,” jelas Yan.
OJK, lanjut Yan, terus mendorong edukasi keuangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dunia pendidikan, komunitas, serta duta literasi keuangan dari kalangan dosen dan Pramuka. Edukasi juga diarahkan untuk menjangkau desa dan wilayah dengan keterbatasan akses.
Kegiatan Inklusi Keuangan Tumbuh 55,69 Persen
Yan turut memaparkan perkembangan program Bulan Inklusi Keuangan di Provinsi Jambi. Sepanjang September hingga Oktober 2026, realisasi kegiatan inklusi keuangan mencapai Rp80,35 miliar, meningkat 55,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp52 miliar.
Pada periode yang sama, kegiatan literasi keuangan mencapai 144 kegiatan atau meningkat 5,11 persen, dengan total peserta sebanyak 14.697 orang.
Dalam Jambi Financial Fest 2026, OJK bersama industri jasa keuangan juga memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri kepada 1.000 pelajar dan mahasiswa peserta kegiatan. Perlindungan tersebut berlaku selama satu tahun sesuai ketentuan polis.
Yan mengingatkan masyarakat agar memastikan legalitas produk dan layanan jasa keuangan sebelum menggunakannya. Masyarakat juga diminta mewaspadai berbagai modus penipuan serta memanfaatkan kanal pengaduan resmi OJK jika menghadapi persoalan terkait layanan jasa keuangan.
Melalui kolaborasi pemerintah, industri jasa keuangan, dan dunia pendidikan, peningkatan inklusi keuangan diharapkan tidak hanya mengejar target nasional, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar