Disdik Jambi Gelar Bimtek Keamanan Siber, Pusdatin Dorong Siswa Ikut Bug Bounty 2026
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- print Cetak

Foto: Kegiatan bimtek keamanan siber dan privasi data di SMA Negeri 4 Kota Jambi oleh Pusdatin Kemendikdasmen. (Dok/Ist)
Dalam upaya menumbuhkan budaya keamanan siber dan perlindungan data di lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kesadaran Keamanan Siber dan Privasi Data.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Kota Jambi sebagai tindak lanjut arahan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, serta Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang diwakili Kepala Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP), Moch. Mawardi.
Libatkan Guru dan Siswa dari 15 Sekolah
Sebanyak 15 satuan pendidikan tingkat SMA dan SMK di Provinsi Jambi turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Setiap sekolah mengirimkan satu orang guru atau tenaga kependidikan serta dua orang siswa berusia minimal 17 tahun dari jurusan atau ekstrakurikuler berbasis teknologi informasi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap pentingnya keamanan siber di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.
Materi: Keamanan Siber hingga Bug Bounty 2026
Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Pusdatin Kemendikdasmen, yakni Harsono (Penelaah Teknis Kebijakan), Wienrowa Irawan (Pranata Komputer Ahli Madya), dan Meitha Chairani (Pranata Komputer Ahli Muda).
Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok utama, yaitu prinsip dasar dan budaya keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta sosialisasi lomba Bug Bounty 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Pusdatin juga mendorong partisipasi aktif insan pendidikan di Jambi untuk mengikuti ajang Bug Bounty sebagai bentuk penguatan kompetensi di bidang keamanan digital.
“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran keamanan siber di lingkungan pendidikan, baik bagi guru maupun siswa,” ujar Harsono.
Dorong Budaya Aman Digital di Sekolah
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta budaya sadar keamanan siber di lingkungan sekolah, sekaligus meningkatkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Selain itu, perlindungan data pribadi juga menjadi fokus utama agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar