Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Bentengi Siswa dari Radikalisme, Disdik Jambi dan Densus 88 Sosialisasi Tolak Paham IRET di SMAN 10

Bentengi Siswa dari Radikalisme, Disdik Jambi dan Densus 88 Sosialisasi Tolak Paham IRET di SMAN 10

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi bergerak cepat membentengi ekosistem pendidikan dari ancaman infiltrasi ideologi radikal. Bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Disdik menggelar sosialisasi intensif bertajuk penolakan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrasime, dan Terorisme (IRET) di Lapangan SMAN 10 Kota Jambi, Senin (18/5).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti langsung oleh Kepala Sekolah, majelis guru, serta ratusan siswa-siswi SMAN 10 Kota Jambi yang tampak antusias menyimak materi kebangsaan.

Sekolah Harus Steril dari Doktrin Radikal

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang diwakili oleh Kasi Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMA, Domrah, menegaskan bahwa institusi pendidikan merupakan garda terdepan dalam mencetak generasi emas yang nasionalis. Oleh karena itu, sekolah tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi berkembangnya paham intoleran.

“Kami ingin memastikan lingkungan sekolah, khususnya di tingkat SMA di Provinsi Jambi, benar-benar bersih dari pengaruh negatif radikalisme. Kehadiran kita di sini untuk membuka wawasan anak-anak kita agar tidak mudah terjebak doktrin IRET,” ujar Domrah dalam sambutannya.

Pihak Disdik juga meminta kepala sekolah dan para guru untuk terus mengawasi pola interaksi serta kegiatan ekstrakurikuler siswa agar tetap koridor Pancasila dan NKRI.

Densus 88 Bedah Modus Penyebaran Paham IRET

Sementara itu, perwakilan Densus 88 Antiteror Polri, AKP Sudiro, dalam paparannya mengupas tuntas mengenai bahaya laten serta transformasi pergerakan kelompok radikal di era digital. Ia mengingatkan bahwa remaja usia sekolah merupakan salah satu target rentan propaganda di media sosial.

“Kelompok radikal kini memanfaatkan ruang siber untuk menyebarkan narasi-narasi intoleran. Kami mengimbau para siswa di SMAN 10 untuk cerdas memilah informasi, tidak mudah terprovokasi, dan berani menolak ajakan yang mengarah pada paham IRET,” tegas AKP Sudiro.

Melalui sosialisasi ini, Densus 88 berharap sinergi antara aparat, tenaga pendidik, dan pelajar dapat memutus mata rantai penyebaran paham radikal sejak dini di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Acara kemudian diakhiri dengan deklarasi bersama oleh Kepala Sekolah, guru, dan ratusan siswa SMAN 10 Kota Jambi yang menyatakan komitmen penuh setia kepada NKRI dan menolak keras segala bentuk paham radikalisme di lingkungan sekolah. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less