Fokus Sasar Kawasan Ekonomi Bagus, 8 Ruas Jalan Daerah di Jambi Resmi Ditingkatkan Lewat IJD
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- print Cetak

Gubernur Jambi Al Haris didampingi jajaran kepala OPD saat mengikuti jalannya peresmian massal proyek IJD dari Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (23/6/2026). (Foto: Diskominfo)
Komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur jalan terus menunjukkan progres signifikan. Gubernur Jambi, Al Haris, mengikuti peluncuran secara daring dari Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan secara serentak program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 dengan total panjang mencapai 1.151 kilometer di seluruh Indonesia pada Selasa (23/6).
Agenda peresmian skala nasional tersebut dipusatkan di Ruas Kedundung-Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa realisasi program inpres ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah pusat dalam memotong disparitas serta mempercepat pemulihan infrastruktur jalan. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, menstimulus pertumbuhan ekonomi makro di daerah, serta memperlancar jalur distribusi logistik barang dan jasa masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini Bapak Presiden telah meresmikan Jalan Inpres Jalan Nasional dan Daerah (IJD). Artinya pemerintah berkomitmen terus membangun jalan daerah kita ini, karena banyak daerah yang infrastrukturnya sudah mulai menurun, capaian jalan mantapnya sudah menurun. Maka dengan program IJD ini kita berharap kondisi jalan daerah kembali normal seperti biasa,” ujar Gubernur Al Haris pasca-acara peresmian.
Jambi Dapatkan Alokasi Perbaikan di 8 Ruas Jalan Potensial
Gubernur Al Haris menjelaskan, kehadiran skema penganggaran IJD memegang peranan vital bagi ketahanan fiskal daerah. Banyak titik jalan strategis yang membutuhkan biaya rekonstruksi sangat besar dengan medan konstruksi yang berat, sehingga mustahil jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui instrumen IJD, keterbatasan dana tersebut dapat diatasi oleh APBN guna menjangkau kantong-kantong wilayah yang memiliki potensi perputaran ekonomi tinggi. Khusus untuk wilayah Provinsi Jambi, tercatat ada 8 ruas jalan daerah yang masuk dalam plot peresmian oleh Presiden.
”Untuk tahun ini, Provinsi Jambi mendapatkan alokasi penanganan jalan dari program IJD sepanjang 38 kilometer, dan ini dinilai sangat membantu arus kas Pemerintah Provinsi Jambi. Jika ditotal dengan proyek multi-years, akumulasinya kurang lebih mencapai 50 kilometer. Jika setiap tahun kita bisa konsisten mendapat kuota 50 kilometer, itu akan sangat meringankan beban daerah dalam mengatasi penurunan fungsi jalan,” ungkap Al Haris.
Proyeksi Tahun Depan: Daerah Diberikan Plafon Usulan Rp100 Miliar
Menatap keberlanjutan program pada tahun anggaran berikutnya, Gubernur Al Haris membocorkan bahwa setiap daerah diberikan lampu hijau untuk mengajukan usulan anggaran pembangunan ke balai jalan dan pemerintah pusat hingga menyentuh angka Rp100 miliar per daerah.
Kendati demikian, mekanisme penentuan akhir tetap harus melewati tahapan kurasi yang ketat. Pemerintah Provinsi Jambi bersama pihak balai besar pelaksanaan jalan nasional akan memprioritaskan titik-titik kerusakan yang masuk kategori paling darurat dan berdampak langsung pada urat nadi perekonomian warga.
“Meskipun nanti ada proses verifikasi teknis, paling tidak plafon awal sudah diberikan. Kita akan sisir bersama pihak balai mana yang masuk skala prioritas dan paling urgen untuk ditangani melalui skema IJD ke depan,” pungkas Gubernur Jambi. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar