Buka Jambi Elok Nian 2026, Gubernur Al Haris Dorong Sungai Penuh Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- print Cetak

Resmi Dibuka! Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 resmi bergulir di Taman Mini Melayu Jambi mulai Jumat (17/7/2026) malam. Event tahun ini mengusung misi pelestarian warisan budaya sekaligus mendongkrak potensi pariwisata daerah. (Foto: Diskominfo Provinsi Jambi)
Upaya memperkuat identitas kedaerahan sekaligus memacu roda ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal terus digerakkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Melalui integrasi promosi kebudayaan antarkabupaten dan kota, sektor pariwisata daerah kini dipersiapkan secara masif untuk menembus pasar domestik hingga internasional.
Langkah strategis tersebut tecermin saat Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi membuka perhelatan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026. Acara yang mengusung tema besar “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” ini dibuka dengan meriah di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ) pada Jumat (17/7) malam.
Kegiatan tahunan ini menampilkan beragam corak kekayaan adat, seni pertunjukan, festival kuliner tradisional, produk kerajinan unggulan, hingga visualisasi potensi pariwisata dari Kota Sungai Penuh. Ajang ini menjadi wujud komitmen nyata dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang bertumpu pada kelestarian budaya lokal.
Dalam arahannya, Gubernur Al Haris memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang konsisten mendukung penyelenggaraan event ini sebagai ruang pamer potensi unggulan daerah masing-masing.
Target Integrasi Kalender Event Wisata Jambi
Salah satu poin krusial yang ditegaskan oleh Gubernur Al Haris adalah urgensi penyusunan kalender event pariwisata tahunan yang terintegrasi di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Menurutnya, kepastian jadwal sejak awal tahun menjadi kunci utama efektivitas promosi luar daerah.
“Tahun depan kita harus sudah memiliki kalender event yang jelas sehingga promosi bisa dilakukan lebih awal. Dengan demikian, masyarakat mengetahui kapan setiap daerah menampilkan potensi terbaiknya, dan wisatawan dapat merencanakan kunjungannya ke Jambi dengan matang,” ujar Al Haris.
Guna memperluas skala dampak dari kegiatan ini, Al Haris berkomitmen untuk mengundang langsung jajaran Kementerian Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata pada penyelenggaraan tahun depan agar akselerasi promosi budaya Jambi dapat menembus level nasional secara struktural.
Secara khusus, orang nomor satu di Provinsi Jambi ini memuji performa Pemerintah Kota Sungai Penuh yang dinilai sukses menyajikan seluruh kekayaan daerahnya dalam pameran kali ini. Ia optimistis, Kota Sungai Penuh memiliki peluang sangat besar untuk menjelma sebagai pusat destinasi wisata budaya yang maju.
“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya, kuliner, dan bentang alam yang luar biasa. Potensi besar ini harus terus dikemas dengan baik dan profesional agar menjelma menjadi daya tarik wisata utama yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” katanya.
Bangga Batik Daerah dan Optimalisasi Anjungan
Lebih lanjut, Al Haris mengajak seluruh kepala daerah dan elemen masyarakat untuk aktif melestarikan kebudayaan lokal, termasuk industri fesyen daerah melalui pengembangan batik khas. Ia memuji kualitas kain batik Jambi saat ini yang dinilainya mengalami lompatan mutu yang signifikan.
“Kita harus bangga memakai batik daerah sendiri. Batik Jambi memiliki ragam motif dan kualitas yang semakin baik, sehingga menjadi identitas budaya kuat yang patut kita lestarikan bersama-sama,” ungkapnya.
Di samping sektor kebudayaan, Al Haris menegaskan bahwa iklim investasi yang kondusif menjadi modal berharga bagi kemajuan Jambi. Oleh sebab itu, ia mendorong para kepala daerah untuk melengkapi pembangunan fisik anjungan daerah masing-masing di kawasan Taman Mini Melayu Jambi sebagai etalase budaya representatif.
“Melalui semangat kebersamaan, pelestarian budaya yang konsisten, dan kolaborasi erat seluruh daerah, kita optimistis Jambi akan semakin maju, menjadi tujuan investasi yang aman, sekaligus destinasi wisata yang membanggakan,” pungkas Al Haris.
Respons Positif Wali Kota Sungai Penuh
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi terhadap percepatan sektor kebudayaan dan pariwisata di wilayahnya.
Alfin memaparkan bahwa Kota Sungai Penuh dianugerahi modal sosial berupa kekayaan adat istiadat, seni tradisi, kuliner khas, hingga keberadaan Batik Incung yang merupakan warisan adiluhur dari peradaban masyarakat Sakti Alam Kerinci. Keseluruhan modal budaya ini terus dirawat sebagai pilar utama industri kreatif.
Tidak hanya sektor budaya, wilayah Kota Sungai Penuh juga ditopang oleh keunggulan geografis yang menjanjikan, mulai dari udara yang sejuk, lanskap pegunungan yang asri, statusnya sebagai kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), hingga komoditas perkebunan bernilai tinggi.
“Kami memiliki komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, serta hasil hortikultura yang kualitasnya telah diakui dan dikenal luas hingga ke tingkat internasional,” tutur Alfin menutup penjelasannya. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar