Breaking News
light_mode
Beranda » Ragam » Menjaga Mereka yang Berada di Garis Depan Karhutla, Kisah Nuriah Dampingi RPK WKS

Menjaga Mereka yang Berada di Garis Depan Karhutla, Kisah Nuriah Dampingi RPK WKS

  • account_circle Admin
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

Di tengah kesibukan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) yang bersiaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terdapat peran yang tidak selalu terlihat di garis depan.

Mereka bukan personel yang berhadapan langsung dengan kobaran api, tetapi memastikan para petugas yang turun ke lapangan tetap berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas.

Salah satunya adalah Nuriah. Sejak 2017, ia mendampingi personel RPK PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group, dalam berbagai kegiatan pengendalian karhutla di Jambi.

Tugas Nuriah bersama tim medis kerap dimulai sebelum personel berangkat menuju lokasi. Kondisi kesehatan diperiksa, edukasi diberikan, sementara kebutuhan seperti masker dan vitamin disiapkan untuk membantu menjaga kebugaran personel selama bertugas.

“Sering kali pekerjaan kami dimulai jauh sebelum pertolongan dibutuhkan. Pemeriksaan kesehatan, edukasi, hingga pemberian masker dan vitamin menjadi bagian dari upaya menjaga personel tetap fit saat bertugas,” ujar Nuriah.

Namun, pendampingan tidak selalu dilakukan dari pos kesehatan. Ketika personel berada di lokasi yang sulit dijangkau, Nuriah dan tim medis turut bergerak mendekati area tempat mereka bertugas.

Akses menuju lokasi terkadang harus ditempuh menggunakan sepeda motor maupun kendaraan lapangan. Dalam kondisi tertentu, pendampingan bahkan berlangsung hingga malam hari, menyesuaikan kebutuhan personel di lapangan.

Bagi Nuriah, situasi tersebut telah menjadi bagian dari pekerjaannya. Medan yang tidak mudah serta kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat komunikasi antara tim medis dan personel pemadam menjadi sangat penting.

“Tim medis membutuhkan dukungan tim lain untuk menjangkau personel. Begitu juga RPK membutuhkan kondisi kesehatan yang baik untuk menjalankan tugas. Karena itu, keselamatan di lapangan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Saat berada di lapangan, tim medis melakukan penanganan sesuai kondisi yang ditemukan, mulai dari pemeriksaan kondisi fisik hingga memberikan pertolongan ketika personel mengalami gangguan kesehatan selama bertugas.

Bagi Nuriah, perhatian terhadap personel tidak berhenti pada bagaimana tugas pemadaman dapat diselesaikan. Ada hal lain yang tidak kalah penting, yakni memastikan setiap personel dapat kembali dengan selamat setelah penugasan.

“Bagi saya, keberhasilan bukan hanya saat tugas selesai, tetapi ketika setiap personel dapat kembali dalam keadaan sehat dan selamat,” ujarnya.

Menurut Nuriah, pekerjaan di lapangan selalu membawa satu pengingat sederhana: setiap personel yang bertugas memiliki keluarga yang menunggu kepulangan mereka.

“Pada akhirnya, yang paling penting adalah memastikan setiap personel bisa pulang dengan selamat, karena selalu ada keluarga yang menunggu mereka di rumah,” kata Nuriah.

Di tengah upaya pengendalian karhutla, keberadaan tenaga medis menjadi bagian penting dari aktivitas di balik para personel RPK. Perannya mungkin tidak selalu terlihat ketika proses pemadaman berlangsung, tetapi dukungan tersebut menjadi salah satu unsur yang memastikan para petugas di lapangan tetap mendapatkan perhatian dari sisi kesehatan dan keselamatan.

Bagi mereka yang berada di garis depan karhutla, memastikan api dapat dikendalikan memang menjadi tugas utama. Namun di belakangnya, ada orang-orang seperti Nuriah yang memastikan para petugas dapat menjalankan tugas dan kembali pulang dengan selamat. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less