Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Miliki Kedekatan dengan Daerah, Bank Jambi Dinilai Mampu Kelola Payroll ASN

Miliki Kedekatan dengan Daerah, Bank Jambi Dinilai Mampu Kelola Payroll ASN

  • account_circle Admin
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • print Cetak

Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M. menilai Bank Jambi memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai untuk mengelola payroll Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jambi.

Menurut Laila, payroll ASN bukan sekadar fasilitas penyaluran gaji, tetapi dapat menjadi bagian strategis dalam memperkuat funding base sekaligus membangun ekosistem transaksi Bank Jambi.

Berbicara di Jambi, Senin (14/9/2026), Laila mengatakan dalam perspektif industri perbankan, payroll memiliki karakteristik dana yang relatif stabil dan berulang. Karena itu, pengelolaan payroll berkaitan erat dengan strategi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), pengelolaan likuiditas, pengembangan transaksi hingga optimalisasi fungsi intermediasi.

“Bank Jambi secara kapasitas memiliki kemampuan untuk mengelola payroll ASN. Dari perspektif perbankan, payroll merupakan bagian dari transaction banking yang memberikan kontribusi terhadap penghimpunan DPK, peningkatan aktivitas rekening dan pengembangan ekosistem nasabah,” ujar Laila.

Ia menjelaskan, rekening payroll memiliki nilai strategis karena menghasilkan transaksi berulang atau recurring transaction. Dana yang masuk secara periodik ke rekening ASN kemudian dapat bergerak melalui berbagai aktivitas, mulai dari pembayaran kebutuhan rumah tangga, transfer, pembayaran tagihan, transaksi digital hingga pemanfaatan produk pembiayaan.

“Jadi nilai payroll tidak berhenti pada saldo rekening. Yang lebih penting adalah transactional relationship dengan nasabah. Dari satu rekening payroll dapat dikembangkan berbagai produk dan layanan, sehingga meningkatkan customer lifetime value bagi bank,” jelasnya.

Dari sisi funding, lanjut Laila, basis payroll juga berpotensi memperkuat struktur DPK Bank Jambi. Terlebih jika dana tersebut dapat dikonversi menjadi dana murah melalui peningkatan komposisi Current Account Saving Account (CASA).

“Bank tentu berkepentingan meningkatkan CASA karena semakin kuat dana murah, semakin baik efisiensi struktur pendanaan dan semakin kompetitif cost of fund. Ini kemudian memberikan ruang bagi bank untuk menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal,” katanya.

Pengelolaan Tetap Harus Prudential

Meski memiliki potensi besar, Laila menegaskan keberadaan payroll ASN harus diikuti dengan pengelolaan likuiditas yang prudent.

Menurutnya, dana payroll tidak boleh dipandang sebagai sumber likuiditas yang secara otomatis dapat seluruhnya diintermediasikan. Bank tetap harus menjaga liquidity buffer, kecukupan likuiditas serta memperhatikan profil jatuh tempo aset dan liabilitas.

“Prinsipnya tetap prudential banking. Dana yang dihimpun harus dikelola dengan memperhatikan likuiditas, kualitas aset, risiko kredit dan ketentuan regulator. Jadi payroll memberikan kontribusi terhadap funding stability, tetapi pengelolaannya harus tetap berbasis manajemen risiko,” tegasnya.

Laila juga melihat Bank Jambi memiliki keunggulan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) karena memiliki kedekatan dengan karakteristik ekonomi dan nasabah di daerah.

Dengan keunggulan tersebut, dana yang dihimpun melalui ekosistem payroll dinilai dapat mendukung penguatan fungsi intermediasi, termasuk pembiayaan sektor produktif dan UMKM.

“BPD memiliki mandat strategis untuk menjadi regional financial intermediary. Karena itu, penguatan funding melalui payroll harus dapat dikonversi menjadi intermediasi yang berkualitas, bukan sekadar pertumbuhan neraca,” ujar Laila.

Berpeluang Kembangkan Cross Selling

Menurut Laila, keberadaan payroll ASN juga membuka ruang bagi Bank Jambi untuk melakukan cross selling berbagai produk, seperti tabungan, kartu debit, layanan digital, kredit konsumtif, kredit multiguna maupun produk pembiayaan lainnya.

Ekosistem tersebut, kata dia, dapat meningkatkan fee based income sekaligus memperkuat customer retention.

“Ketika payroll berada dalam satu ekosistem bank, peluang cross selling dan deepening relationship jauh lebih besar. Bank tidak hanya menjadi tempat masuknya gaji, tetapi menjadi main banking relationship bagi nasabah,” katanya.

Lebih lanjut, Laila menilai kemampuan Bank Jambi dalam mengelola payroll perlu dilihat melalui sejumlah indikator kinerja perbankan yang terukur.

Indikator tersebut antara lain reliability sistem pembayaran, kualitas layanan, keamanan transaksi, kesiapan infrastruktur digital, pengelolaan likuiditas, tata kelola hingga kemampuan menjaga kualitas aset.

“Kalau seluruh parameter tersebut dapat dipenuhi, maka secara kapasitas Bank Jambi layak dipercaya mengelola payroll ASN. Yang terpenting adalah bank terus melakukan continuous improvement terhadap teknologi, layanan, keamanan siber dan tata kelola,” katanya.

Ia menambahkan, payroll ASN juga dapat menjadi strategic funding anchor bagi Bank Jambi untuk memperkuat basis nasabah dan meningkatkan kedalaman pasar di Provinsi Jambi.

“Bank Jambi harus melihat payroll sebagai strategic asset dalam membangun ekosistem perbankan daerah. Tantangannya adalah bagaimana funding base tersebut kemudian menghasilkan intermediasi yang sehat, peningkatan transaksi, fee income dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less