Jambi Mulai Diselimuti Kabut Asap, Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Masih Normal
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- print Cetak

Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berjalan normal dengan jarak pandang di atas 5.000 meter di tengah paparan kabut asap karhutla, Selasa (11/8/2026). (Foto: Dok. Bandara Sultan Thaha Jambi)
Fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Kendati kualitas udara terus memburuk hingga masuk kategori tidak sehat, aktivitas operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi dipastikan tetap berjalan aman dan lancar, Selasa (11/8).
Pihak manajemen bandara mengonfirmasi bahwa sejauh ini belum ada jadwal penerbangan, baik proses take-off maupun landing, yang terganggu atau mengalami penundaan akibat jarak pandang (visibility) yang terbatas.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menyatakan bahwa jarak pandang di area landasan pacu masih jauh di atas ambang batas minimum keselamatan penerbangan.
“Masih aman, jarak pandang penerbangan saat ini masih di atas 5.000 meter, rata-rata ya,” ujar General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun.
Antisipasi ILS Hingga Jarak Pandang 1.300 Meter
Ardon menjelaskan, manajemen bandara telah menyiagakan perangkat Instrument Landing System (ILS). Teknologi navigasi ini berfungsi memandu pilot melakukan pendaratan dan lepas landas secara presisi dalam kondisi cuaca kurang menguntungkan.
Fasilitas navigasi udara tersebut mampu melayani aktivitas penerbangan hingga batas toleransi jarak pandang minimum 1.300 meter.
“Sejauh ini belum ada penerbangan yang berdampak. Kita doakan bersama semoga tidak semakin buruk, agar tidak mengganggu operasional penerbangan,” tambahnya.
Kabut asap tipis yang menyelimuti kawasan perkantoran Wali Kota Jambi hingga area perbatasan kabupaten didorong oleh maraknya titik karhutla di beberapa wilayah Provinsi Jambi selama periode musim kering.
ISPU Kota Jambi dan Muaro Jambi Kategori Tidak Sehat
Berdasarkan data pantauan aplikasi ISPUnet pada Selasa (11/8/2026) pukul 09.30 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi bergerak naik ke angka 105, dari hari sebelumnya yang berada di posisi 104.
Sementara itu, kondisi lebih mengkhawatirkan mencatatkan nilai ISPU di Kabupaten Muaro Jambi yang menembus angka 157. Angka tersebut menempatkan kualitas udara di wilayah Bumi Sailun Salimbai ini berada secara konsisten dalam rentang kategori tidak sehat.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi pada Senin (10/8/2026) pukul 15.00 WIB mengonfirmasi bahwa parameter dominan pencemar udara didominasi oleh partikel debu halus PM2,5. Pada hari yang sama, pemantauan DLH Muaro Jambi bahkan mencatat parameter PM2,5 sempat melonjak hingga menyentuh angka 190.
Selain dapat mengganggu kelancaran sarana transportasi udara jika jarak pandang merosot drastis, pemburukan kualitas udara akibat partikel PM2,5 berpotensi memicu gangguan kesehatan saluran pernapasan pada masyarakat luas. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar