Gubernur Al Haris Apresiasi Kinerja Polda Ungkap Kasus Siber Bank Jambi, Dorong Penguatan Sistem Keamanan Digital
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- print Cetak

Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras jajaran Ditreskrimsus Polda Jambi dalam mengusut tuntas pembobolan dana BPD Jambi. (Foto: Istimewa)
Keberhasilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menggulung komplotan peretas lintas negara menuai dukungan luas dari jajaran pemerintahan daerah. Langkah tegas kepolisian dinilai menjadi fondasi krusial untuk memulihkan stabilitas ekonomi dan psikologis masyarakat, khususnya para nasabah bank daerah.
Pengungkapan kasus peretasan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi oleh Ditreskrimsus Polda Jambi mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Jambi, Al Haris. Ia menilai keberhasilan korps baju cokelat menangkap para pelaku menjadi langkah penting dan strategis untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat secara penuh terhadap institusi Bank Jambi.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi Polda Jambi yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini. Masyarakat tentu menunggu kepastian hukum atas peristiwa yang sempat meresahkan para nasabah,” ujar Al Haris di Jambi.
Seperti diketahui sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil membongkar kasus pembobolan rekening ribuan nasabah Bank Jambi dengan total kerugian materiil mencapai angka fantastis, yakni Rp144,82 miliar. Dalam pengungkapan berskala internasional ini, penyidik resmi menetapkan tiga orang warga negara Indonesia sebagai tersangka yang bertindak sebagai kaki tangan jaringan kejahatan siber global asal negara Bulgaria.
Minta Pengusutan Tidak Berhenti pada Kaki Tangan Lokal
Gubernur Jambi berharap proses hukum yang tengah berjalan terus dikembangkan secara mendalam oleh penyidik kepolisian. Pihaknya meminta agar seluruh jaringan yang terlibat, termasuk aktor intelektual utama yang mengendalikan sistem dari luar negeri, dapat dikejar dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, pemotongan rantai kejahatan siber hingga ke akarnya sangat penting agar modus serupa tidak kembali terjadi dan menyasar institusi keuangan lain di wilayah Jambi.
“Kami berharap pengusutan tidak berhenti pada pelaku yang sudah ditangkap. Jika memang masih ada jaringan lain, termasuk pengendalinya, tentu harus dikejar agar kasus seperti ini tidak kembali terjadi,” tegas Al Haris.
Pemprov Jambi Siap Sokong Penguatan Sistem Keamanan Digital BPD
Di samping mendukung penuh aspek penegakan hukum hukum oleh Polda Jambi, Al Haris juga memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham akan terus mengawal dan mendukung penuh langkah manajemen BPD Jambi. Dukungan ini difokuskan pada penguatan sistem keamanan digital (cyber security) agar kualitas pelayanan finansial kepada masyarakat semakin aman, andal, dan terlindungi.
“Keamanan sistem Bank Jambi harus terus diperkuat agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” imbuhnya.
Kendati ratusan miliar dana nasabah sempat dialihkan ke luar yurisdiksi Indonesia melalui skema aset kripto, ketangkasan penyidik Siber Polda Jambi bersama pihak Bank Jambi dan vendor sistem berhasil meminimalisir dampak sistemik di lapangan.
Dalam pengembangan perkara terkini, petugas kepolisian telah sukses membekukan aset hasil kejahatan senilai kurang lebih Rp18,94 miliar.
Selain pembekuan dana, polisi turut menyita lembaran barang bukti vital berupa hasil salinan digital forensik, data log transaksi ribuan nasabah, serta berbagai dokumen elektronik yang berkaitan erat dengan arus perputaran uang hasil kejahatan siber tersebut. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar