Sapu Bersih Berandalan Bermotor Kota Jambi
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- print Cetak

Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang memberikan keterangan pers terkait penangkapan 13 anggota geng motor yang terlibat pengeroyokan maut di kawasan WTC Jambi, Jumat (21/8/2026). (Foto: Dok. Polresta Jambi)
Aksi tawuran antar kelompok berandalan bermotor atau geng motor di kawasan pertokoan Mall WTC Jambi berujung maut. Seorang remaja berinisial MDH (16) meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan dalam bentrokan yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Menanggapi insiden berdarah tersebut, kepolisian bergerak cepat. Sebanyak 13 orang telah berhasil diamankan, terdiri dari pelaku dewasa maupun anak di bawah umur yang diduga memiliki peran berbeda, mulai dari penyerangan hingga aksi pemukulan.
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini dipicu oleh aksi saling tantang antar kelompok pemuda melalui media sosial. Ajakan tersebut kemudian disepakati dengan menentukan titik temu di kawasan Mall WTC Jambi.
“Berawal dari postingan story Instagram yang berisi ajakan untuk ribut atau tawuran. Kemudian terjadi saling tantang antara kedua kelompok dan mereka menentukan lokasi untuk melaksanakan tawuran di seputaran Mall WTC Jambi,” kata Kombes Pol Ananto Herlambang, Jumat (21/8).
Kapolresta menerangkan, saat bentrokan pecah di lokasi kejadian, korban terjatuh dan langsung menjadi sasaran kekerasan menggunakan benda tajam serta benda tumpul. Rekan-rekan korban sempat melarikannya ke RS Raden Mattaher untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, akibat luka parah yang dideritanya, kondisi MDH terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Amankan Barang Bukti dan Buru 6 DPO
Dalam pengungkapan kasus ini, jajaran kepolisian turut menyita sejumlah barang bukti krusial. Di antaranya dua senjata tajam jenis egrek, dua kayu balok, dua unit sepeda motor, serta pakaian milik korban yang bernoda darah. Hasil penyidikan sementara mengidentifikasi beberapa tersangka dewasa yang terlibat langsung dalam pengeroyokan dan pembacokan.
Sementara itu, sejumlah anak di bawah umur yang diamankan diketahui berperan mengajak bergabung dalam kelompok, memukul, menendang korban, hingga merampas sepeda motor milik korban.
Kombes Pol Ananto Herlambang menegaskan bahwa proses hukum terus berjalan dan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme jalanan.
“Saat ini proses penyidikan masih terus berjalan. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kamtibmas agar tetap kondusif. Tidak ada tempat untuk berandalan bermotor di Kota Jambi,” tegas Kapolresta.
Ia juga menambahkan bahwa jajarannya masih melakukan pengejaran terhadap enam orang pelaku lain yang kini telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait pencurian dengan kekerasan, penyerangan, perkelahian kelompok, serta kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
Imbauan kepada Orang Tua dan Sekolah
Melihat tingginya keterlibatan anak di bawah umur dalam kelompok geng motor, Kombes Pol Ananto Herlambang memberikan perhatian serius dan meminta peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah.
“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk terus melakukan pengawasan terhadap putra-putrinya agar tidak ikut dalam kegiatan geng motor atau berandalan bermotor. Batasi juga jam malam dan pantau penggunaan media sosial karena ajakan-ajakan untuk tawuran sering kali berawal dari sana,” imbau Ananto.
Pihak sekolah juga diminta mengoptimalkan pengawasan terhadap aktivitas para siswa, terutama terkait penggunaan kendaraan bermotor serta telepon seluler.
“Mari kita jaga Jambi agar tetap aman, nyaman, dan kondusif, sehingga tidak ada tempat bagi geng motor atau berandalan bermotor melakukan hal-hal negatif yang akhirnya merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Kombes Pol Ananto Herlambang. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar